Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Longsor dan Banjir, BPBD Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan di Wilayah Kembu Tolikara

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Pelatihan Pelayanan Informasi Rawan Bencana yang dipusatkan di Distrik Timori, wilayah Kembu, Tolikara,Senin 25 Mei 2026.(Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)
Pelatihan Pelayanan Informasi Rawan Bencana yang dipusatkan di Distrik Timori, wilayah Kembu, Tolikara,Senin 25 Mei 2026. (Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA - Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah pegunungan Papua.

 Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pelayanan Informasi Rawan Bencana yang dipusatkan di Distrik Timori, wilayah Kembu, Senin 25 Mei 2026 kemarin.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, pelajar, tenaga kesehatan, guru, hingga para pelayan jemaat Gereja Injili Di Indonesia atau GIDI.

Advertisement

 Kehadiran seluruh unsur masyarakat ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Tolikara.

Kepala BPBD Kabupaten Tolikara, Feri Kogoya,SH,M.KP mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD Provinsi Papua dan BPBD Kabupaten Tolikara dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.

Menurutnya, wilayah Tolikara memiliki tantangan geografis yang cukup berat dan rawan terhadap berbagai ancaman bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, dan cuaca ekstrem. Karena itu masyarakat diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, baik siang maupun malam hari, demi menjaga keselamatan bersama.

Advertisement

Ia menegaskan, melalui pelatihan ini masyarakat dibekali pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan, pencegahan, tanggap darurat, hingga langkah pemulihan pascabencana.

Pemerintah berharap masyarakat mampu mengenali tanda-tanda bahaya sejak dini sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalisir.

Lebih lanjut, Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya menilai bahwa kondisi geografis wilayah pegunungan yang sulit dijangkau membuat kerja sama antara pemerintah, gereja, dan masyarakat menjadi sangat penting. Kolaborasi semua pihak dibutuhkan agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi ketika menghadapi situasi darurat bencana.

Sementara itu, Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Papua, Ameizing Greisius Singgamui, SE, MM menyampaikan rasa syukur karena seluruh elemen masyarakat  Tolikara dapat menerima pengetahuan dasar mengenai mitigasi dan pengenalan ancaman bencana di lingkungan tempat tinggal mereka.

Advertisement

Artikel Terkait

Sidang BPL GIDI 2026 Digeser ke Februari 2027, Lokasi Tetap di Wilayah Toli

Sidang BPL GIDI 2026 Digeser ke Februari 2027, Lokasi Tetap di Wilayah Toli

Rapat koordinasi antara Badan Pengurus Pusat, Badan Pengurus Wilayah dan Panitia Pelaksana BPL Pusat GIDI di Hotel Cartenz, Sentani, pada Ra

Tiga Plt Kepala Distrik di Tolikara Terima Amanah,  Masyarakat Diajak Perkuat Persatuan

Tiga Plt Kepala Distrik di Tolikara Terima Amanah,  Masyarakat Diajak Perkuat Persatuan

Penugasan tiga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik di Kabupaten Tolikara diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat penyelenggaraan peme

Wabup Tolikara Warning Jangan Sampai SILPA Tahun ini Besar

Wabup Tolikara Warning Jangan Sampai SILPA Tahun ini Besar

Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, SH.,M.Si mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer