CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Manajemen Persipura Jayapura resmi mengajukan banding atas keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi pertandingan kandang tanpa penonton selama satu musim kompetisi.
"Ya, pada hari Selasa (19/5/2026) kemarin kita sudah resmi ajukan banding ke Komdis PSSI,"ucap Owen Manager Persipura, Rahadiyan saat berkomunikasi dengan Ceposonline.com, Selasa (19/5/2026) malam.
Owen menyampaikan, dalam memori banding yang diajukan ke Komite Banding PSSI, Persipura tetap menghormati aturan disiplin, keamanan, serta regulasi FIFA dan PSSI sebagai bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang profesional dan lebih baik.
Namun demikian, manajemen Persipyra menilai pembatasan total terhadap kehadiran penonton bukan menjadi satu-satunya solusi jangka panjang dalam menciptakan sepak bola yang aman dan tertib.
“Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,”kata Owen.
Owen juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada suporter dan penonton agar budaya disiplin dapat tumbuh melalui pembinaan dan rasa tanggung jawab bersama, bukan hanya melalui hukuman.
Menurutnya, para pendukung memiliki kecintaan besar terhadap klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut.
Dengan koordinasi yang lebih baik, pembinaan rutin, serta pengawasan yang maksimal, atmosfer sepak bola yang sehat, aman, dan tertib diyakini bisa tercipta.
Sebagai bagian dari solusi ke depan, Persipura berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan program pembinaan suporter melalui workshop, forum komunikasi, edukasi rutin, hingga pendampingan langsung kepada komunitas pendukung sepak bola.
Sementara itu dalam permohonannya, Persipura meminta Komite Banding PSSI menerima seluruh permohonan banding dan membatalkan atau setidaknya mengubah Keputusan Komdis PSSI Nomor 246/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026 terkait hukuman kandang tanpa penonton selama satu musim.
Manajemen Persipura juga meminta Komite Banding mempertimbangkan sejumlah langkah perbaikan yang telah dilakukan, di antaranya evaluasi sistem keamanan pertandingan, peningkatan pengamanan stadion, edukasi supporter, hingga koordinasi dengan aparat keamanan.
Selain itu, Persipura menilai sejumlah fakta penting juga perlu menjadi pertimbangan, termasuk tidak adanya perangkat pertandingan yang mengalami luka fisik, tidak adanya pemain maupun ofisial tim tamu yang cedera, serta proses investigasi kepolisian yang masih berjalan.
Persipura turut menyoroti dampak sosial, ekonomi, dan sporting impact yang luas apabila sanksi tanpa penonton tetap diberlakukan selama satu musim penuh.
Sebab, banyak masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Karena itu, Persipura meminta hukuman tersebut dikurangi menjadi bentuk sanksi yang dianggap lebih proporsional dan berkeadilan, seperti pengurangan jumlah pertandingan tanpa penonton, pemberlakuan masa percobaan (probation), pertandingan dengan penonton terbatas, atau bentuk penyesuaian sanksi lainnya sesuai keputusan Komite Banding PSSI. (*).
Editor : Yohanes Palen