Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Perihal Isi Memori Banding Persipura kepada Komdis PSSI

Y
Para pemain Persipura saling bersalaman usai latihan. Kini manajemen Persipura resmi ajukan banding ke Komdis PSSI atas sanksi yang mereka terima usai kerusuhan laga Persipura vs Adhyaksa FC. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Para pemain Persipura saling bersalaman usai latihan. Kini manajemen Persipura resmi ajukan banding ke Komdis PSSI atas sanksi yang mereka terima usai kerusuhan laga Persipura vs Adhyaksa FC. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Manajemen Persipura Jayapura resmi menyampaikan memori banding kepada Komite Banding PSSI atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pasca insiden kerusuhan usai laga play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa Banten FC di Stadion Lukas Enembe, Sentani, 8 Mei 2026 lalu.

Memori banding tersebut ditandatangani langsung oleh Manager Owen Rahadiyan dengan nomor surat 002/MB-PERSIPURA/V-2026 tertanggal 19 Mei 2026 dan ditujukan kepada Ketua Komite Banding PSSI, Ali Mukartono.

Dalam dokumen banding itu, Persipura menyatakan menghormati proses disiplin yang dilakukan Komdis PSSI. 

Advertisement

Namun, klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut menilai hukuman larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027 tidak proporsional.

Selain sanksi tanpa penonton, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp.30 juta kepada Persipura.

Manajemen Persipura menegaskan, sebelum pertandingan berlangsung pihaknya telah menjalankan berbagai prosedur pengamanan sesuai regulasi. 

Advertisement

Di antaranya koordinasi dengan aparat keamanan dari Polres Jayapura dan Polda Papua, pelaksanaan match coordination meeting, simulasi tactical wall game pengamanan, penempatan steward, hingga pengaturan akses stadion.

Persipura juga menyebut jumlah tiket yang dijual mencapai 32 ribu lembar atau sekitar 80 persen dari kapasitas Stadion Lukas Enembe.

Dalam memori bandingnya, Persipura mengakui memang terjadi kerusuhan usai pertandingan yang melibatkan sejumlah oknum penonton di dalam maupun luar stadion. 

Namun klub menilai insiden tersebut tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada manajemen karena adanya faktor eksternal di luar kendali klub.

Advertisement
Editor : Yohanes Palen

Artikel Terkait

Bertemu Presiden FIFA, Ini yang Dijanjikan Prabowo Untuk Ekosistem Sepak Bola Indonesia 

Bertemu Presiden FIFA, Ini yang Dijanjikan Prabowo Untuk Ekosistem Sepak Bola Indonesia 

Presiden Prabowo menerima Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, yang menemui Presiden Prabowo bersama Menteri

Lolos ke Putaran final Piala Asia U20 2027, Erick Thohir Peringatkan Hal ini ke Timnas U20 Indonesia

Lolos ke Putaran final Piala Asia U20 2027, Erick Thohir Peringatkan Hal ini ke Timnas U20 Indonesia

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan timnas U20 Indonesia untuk tidak cepat puas setelah berhasil mengamankan tiket bermain di putaran

Fiks, Kick Off Liga 2 2026/2027 Digelar 11 September, Format Kompetisi Tetap!

Fiks, Kick Off Liga 2 2026/2027 Digelar 11 September, Format Kompetisi Tetap!

PT Liga Utama Indonesia, operator Championship 2026/2027 menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer