Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Regulasi Baru Pembagian Pendapatan Ojol 92:8,  GoTo Dukung Penuh Demi Kesejahteraan Mitra

W
Penulis: Weny Firmansyah❯
Ilustrasi ojek online. (ISTIMEWA)
Ilustrasi ojek online. (ISTIMEWA)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan fundamental baru yang diterbitkan oleh pemerintah terkait industri transportasi berbasis digital.

Regulasi anyar tersebut menetapkan skema baru pembagian pendapatan (revenue sharing) dari layanan ojek online (ojol), dengan rincian alokasi sebesar 92% menjadi hak mutlak bagi mitra pengemudi (driver) dan batas maksimal komisi sebesar 8% untuk pihak perusahaan aplikator.

Langkah ini merupakan implementasi dan tindak lanjut konkret dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement


 Perpres tersebut dirancang secara khusus guna memperkuat payung hukum dan perlindungan kesejahteraan bagi para pekerja mandiri di sektor transportasi daring.

Direktur Utama atau CEO GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk berada di lini depan dalam memprioritaskan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi para mitra pengemudi.

Meski demikian, manajemen tidak menampik bahwa penyesuaian tarif komisi yang turun drastis ini akan memberikan dampak langsung berupa penurunan pendapatan (revenue) emiten dari lini bisnis transportasi roda dua (GoRide) dalam jangka pendek.

Advertisement

"Kami memandang regulasi ini bukan sebagai beban biaya, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang.


Dengan memastikan kesejahteraan mitra pengemudi berada di tingkat yang lebih baik dan adil, keberlanjutan serta stabilitas seluruh ekosistem transportasi digital di Indonesia juga akan ikut terjaga dalam jangka panjang," tutur Hans Patuwo dalam keterangan resminya kepada publik.


Sebagai bagian dari penyesuaian taktis pasca-terbitnya regulasi pembagian pendapatan 92:8 tersebut, manajemen Gojek turut mengumumkan kebijakan strategis berupa penghentian program langganan GoRide Hemat yang sebelumnya telah diuji coba sejak tahun 2025 lalu.


Menurut evaluasi internal perusahaan, skema promo berbiaya murah lewat sistem paket langganan tersebut perlu ditarik dari pasar agar tidak menggerus margin pendapatan bersih yang diterima oleh para pengemudi.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Panggilan kepemimpinan di era disrupsi

Panggilan kepemimpinan di era disrupsi

Di tengah ketidakpastian geopolitik, krisis ekologis, dan percepatan transformasi digital global, kepemimpinan tidak lagi cukup dijalankan

Komentar Medsos Dibanjiri Spam Judol, Komdigi Ungkap Modus Bot dan Akun Palsu

Komentar Medsos Dibanjiri Spam Judol, Komdigi Ungkap Modus Bot dan Akun Palsu

Kolom komentar media sosial kini tak hanya dipenuhi tanggapan pengguna. Akun-akun yang mempromosikan judi online (judol) ikut membanjiri

Warga Papua Wajib Waspada, 703 Aduan Penipuan Masuk OJK

Warga Papua Wajib Waspada, 703 Aduan Penipuan Masuk OJK

Kemudahan transaksi di era digital ternyata juga membuka celah bagi pelaku kejahatan finansial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer