CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Gelombang aspirasi dari masyarakat Papua terus bermunculan pasca kegagalan Persipura Jayapura mewujudkan target promosi ke Liga 1 musim ini.
Salah satu tuntutan yang paling ramai disuarakan ialah keinginan agar Persipura kembali bermarkas di Stadion Mandala, Jayapura, untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Permintaan tersebut ramai disampaikan masyarakat dan para pendukung setia Mutiara Hitam, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Banyak yang menilai Stadion Mandala memiliki ikatan emosional yang kuat dengan perjalanan panjang Persipura, termasuk berbagai prestasi besar yang pernah lahir di stadion bersejarah itu.
Bagi masyarakat Papua, Stadion Mandala bukan sekadar tempat bertanding, melainkan simbol perjuangan, kebangkitan, dan kejayaan Persipura di sepak bola nasional.
Atmosfer khas yang tercipta di stadion tersebut disebut menjadi salah satu kekuatan besar yang mampu membakar semangat para pemain di lapangan.
Meski Stadion Lukas Enembe menghadirkan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang lebih besar, sebagian masyarakat menilai faktor historis dan kedekatan emosional antara tim dan suporter belum tergantikan.
Menurut masyarakat bahwa, mandala itu rumah Persipura karena banyak sejarah besar lahir di sana
Sementara itu Stadion Mandala memang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Persipura.
Di stadion yang berada di pusat Kota Jayapura itu, Mutiara Hitam berhasil mengukir berbagai prestasi membanggakan dan meraih empat gelar juara Liga Indonesia.
Salah satu momen paling dikenang adalah ketika Persipura menjuarai Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dan kembali menegaskan diri sebagai salah satu klub terbaik di tanah air.
Tak hanya itu, Mandala juga menjadi saksi lahirnya generasi emas Persipura yang dihuni pemain-pemain legendaris Papua.
Dukungan ribuan suporter yang memadati tribun stadion kerap menciptakan tekanan besar bagi lawan dan menjadi kekuatan tambahan bagi Persipura saat bermain di kandang.
Masyarakat berharap manajemen Persipura dapat mempertimbangkan aspirasi tersebut sebelum kompetisi Liga 2 musim depan dimulai.
Disisi lainnya desakan itu juga muncul sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh setelah Persipura gagal promosi usai kalah dari Adhyaksa FC dalam laga play-off lalu.
Banyak pihak percaya perubahan markas dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membangkitkan kembali kejayaan tim kebanggaan masyarakat Papua tersebut.
Selain faktor sejarah, lokasi Stadion Mandala yang berada di pusat Kota Jayapura dinilai lebih mudah dijangkau suporter sehingga diyakini mampu menghadirkan dukungan penuh di setiap laga kandang.
Kini harapan besar masyarakat Papua tertuju kepada manajemen Persipura agar mendengar aspirasi tersebut dalam menyusun langkah menghadapi musim depan.
Bagi mereka, kembali ke Mandala bukan sekadar soal stadion, tetapi tentang menghidupkan kembali roh perjuangan dan sejarah besar Mutiara Hitam yang tak pernah terlupakan. (*).
Editor : Yohanes Palen