CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Meski berada di pinggiran Kota Jayapura, kehidupan sepasang suami istri Elieser Pepuho dan Milka Ongge ternyata jauh dari hiruk pikuk.
Pilihan menepi di pinggiran kota membuat pasangan berusia 87dan 77 tahun ini benar benar hening. Tinggal sendiri dan hidup apa adanya.
Bahkan untuk penerangan, ayah dari 8 anak itu hanya bertahan dengan satu lampu, itupun menggunakan panel Surya, solar cell. Ini dijalani bukan satu dua tahun melainkan 26 tahun.
Semua anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Hanya terkadang mereka masih sering dikunjungi anak cucu.
"Dulu kami tinggal di bawah (Waena, Distrik Heram) tapi sejak tahun 2000 kami naik kesini (Buper, Waena)," kata Elieser saat ditemui, Jumat (6/11/2026).
Elieser dulunya bekerja sebagai teknisi kendaraan atau montir. Namun seiring usia ia akhirnya berhenti dan tinggal berdua dengan sang istri.
Lokasinya berada di bukit dan hanya dua rumah disekitar lokasinya. Ia menjelaskan bahwa setiap malam ia hanya mengandalkan satu lampu hasil pengisian baterai dari solar cell.
Lampu itulah yang menjadi terang untuk pondok kecilnya berukuran 3 x 6 meter. "Ada dua lampu tapi yang satu rusak," jawabnya.
Tempat tinggalnya memang belum teraliri listrik karena menjadi rumah terjauh dari pemukiman. Selain itu lokasinya masuk dalam kawasan konservasi sehingga untuk bertahan ia hanya berharap dari panel surya mungil yang terpasang di halaman rumahnya.
Selain listrik, rumahnya juga tak ada instalasi air bersih PDAM. Pria yang menjadi saksi sisa perang dunia kedua ini hanya mengandalkan air hujan. "Tidak ada air, kami pakai air hujan. Tampung di bak untuk keperluan sehari-hari," bebernya.
Meski begitu keduanya tak banyak mengeluh. "Jarang ada bantuan, kami jalani saja," tutupnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser