Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Jaga Keperawanan Papua dari Kaum Hidung Belang

Elfira Halifa • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:56 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menerima cendera mata berupa rumah pohon dari masyarakat Boven Digoel, pada acara Konferensi APS III Tahun 2026, di PYCH, Jumat (29/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menerima cendera mata berupa rumah pohon dari masyarakat Boven Digoel, pada acara Konferensi APS III Tahun 2026, di PYCH, Jumat (29/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Papua sejak pertama kali mengunjungi wilayah tersebut pada 2016 lalu.


Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026, di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5/2026).


Dedi mengaku terharu melihat keindahan alam Papua dan kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga hingga membuatnya menulis lagu berjudul Surga di Tanah Papua.


“Saya berkunjung ke sini tahun 2016, bicara dengan masyarakat adat, saya menangis melihat Papua indah sekali. Saking indahnya saya menulis lagu Surga di Tanah Papua,” ujar Dedi.


Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang masih memiliki keaslian alam dan budaya yang sulit ditemukan di daerah lain.


“Kami benar-benar mencintai tanah ini. Saya melihat masih ada yang original di negeri ini, namanya Papua. Di tempat kami, kami sudah tidak bisa mendapatkannya lagi,” katanya.


Dedi menilai Papua memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari kejernihan air hingga udara bersih.


“Di Papua kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah,” ujarnya.


Karena itu, ia mengingatkan masyarakat dan pemerintah agar menjaga Papua dari berbagai bentuk eksploitasi yang dapat merusak alam maupun mengikis identitas budaya masyarakat adat.


Dedi meminta seluruh pihak menjaga kehormatan Papua dari pihak-pihak yang datang hanya untuk mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memikirkan masa depan masyarakat lokal.


“Untuk itu, jaga keperawanan Papua dari kaum hidung belang. Sekali lagi bahasa saya, tetap jaga keperawanan Papua, jangan  biarkan orang hidung belang menidurinya setiap malam,” ungkapnya.


Ia juga mengingatkan kerusakan lingkungan dan hilangnya identitas budaya akan berdampak besar bagi generasi Papua di masa depan apabila tidak diantisipasi sejak sekarang.


Menurutnya, Papua harus tetap dijaga sebagai wilayah yang memiliki keaslian alam, budaya, dan kehidupan masyarakat adat yang menjadi kekayaan penting Indonesia. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#gubernur jawa barat #papua #dedi mulyadi