Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Papua Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Elfira Halifa • Minggu, 10 Mei 2026 | 06:47 WIB
Ilustrasi hujan lebat. (JAWA POS)
Ilustrasi hujan lebat. (JAWA POS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Papua, yang diprakirakan berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (10/5/2026) hingga Senin (11/5/2026).

Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan jarak jauh.

“Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca karena hujan lebat dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tulis BMKG dikutip dari laman resmi mereka.


Pengendara kendaraan bermotor juga diminta berhati-hati saat melintas di tengah hujan deras karena jarak pandang dapat terganggu dan risiko kecelakaan meningkat.

Selain itu, warga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh untuk mengantisipasi pohon tumbang maupun baliho roboh akibat terpaan angin kencang.

BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer tropis yang masih aktif di wilayah Indonesia.

Salah satunya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi berada pada fase 2 atau kawasan Samudra Hindia dan bergerak menuju fase 3.

Kondisi tersebut diperkuat aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, aktivitas Siklon Tropis Hagupit juga diprediksi memberi dampak terhadap peningkatan curah hujan di kawasan timur Indonesia, termasuk Papua.

BMKG menyebut Siklon Tropis Hagupit bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 1000 hPa.

Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua Nugini yang memicu pertumbuhan awan hujan.

Sejumlah wilayah di Papua seperti Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan masuk dalam daftar daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 10-11 Mei 2026.

Khusus wilayah Papua Pegunungan diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat meningkatkan risiko longsor dan banjir di daerah rawan.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs resmi, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi BMKG.

“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata,” tulis BMKG. (*)

Editor : Elfira Halifa
#papua #hujan lebat #BMKG