CEPOSONLINE.COM,NABIRE – Festival Kopi ternyata tak hanya ada di Jayapura Papua. Provinsi Papua Tengah kini tengah mendorong event serupa . Namanyapun sama, Festival Kopi.
Untuk tahun ini akan digelar 2 hari mulai 29–30 Oktober 2026 di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK), Bukit Meriam, Nabire.
Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi petani, peracik kopi (roaster), barista, pemilik kedai kopi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi kopi lokal.
Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andrias Gobai, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan seiring meningkatnya antusiasme peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua.
“Kami melihat antusiasme yang semakin meningkat dari para petani, pegiat kopi, dan pelaku usaha yang ingin terlibat,” ujar Andrias saat ditemui media ini di Aula Gereja KSK Nabire, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pada awalnya panitia merencanakan untuk mengundang perwakilan petani dari delapan kabupaten di Papua Tengah, masing-masing tiga orang.
Namun, dalam perkembangannya, minat peserta semakin meluas, termasuk dari Kabupaten Paniai, Nabire, hingga Wamena.
Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa Festival Kopi Papua Tengah menjadi salah satu ruang yang dinantikan oleh para pelaku industri kopi di Tanah Papua.
Karena itu, panitia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan dan kerja sama antarpelaku usaha.
Festival ini tidak hanya berfokus pada promosi kopi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani dan pelaku UMKM di Papua Tengah.
Panitia membuka kesempatan bagi pelaku usaha lainnya untuk berpartisipasi, baik melalui dinas terkait maupun dengan mendaftarkan diri secara langsung.
“Untuk coffee shop yang sudah terdaftar sampai saat ini sekitar 27, hampir 30 kedai kopi. Nanti kami akan melihat kembali perkembangannya menjelang pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
“Untuk lomba, kami benar-benar mencari juri yang netral agar peserta bisa menunjukkan kemampuan dan profesionalitas masing-masing. Juri dari komunitas Kopi Numbay sudah siap dan berada di Nabire,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa festival ini juga memiliki tujuan edukatif, terutama untuk memperkenalkan budidaya kopi, proses pengolahan biji kopi, serta cara menyajikan dan menikmati kopi dengan baik.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas para pelaku industri kopi.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang bagaimana membudidayakan kopi dan bagaimana menikmati kopi dengan baik dan benar. Festival ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan petani dengan roaster, barista, dan pemilik kedai kopi,” jelas Andrias. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser