Ditinggal Orang Tua dan Tumbuh di Tengah Konflik, Dua Mahasiswa Puncak Meraih Gelar Sarjana di STAK

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Kehilangan orang tua sejak kecil dan tumbuh di tengah situasi konflik di Kabupaten Puncak tidak memadamkan semangat Yones Magai dan Detinus untuk meraih pendidikan tinggi. Setelah melewati berbagai keterbatasan, keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana di Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire.
Bagi Yones, perjalanan menuju keberhasilan tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghadapi kehilangan orang tua ketika masih duduk di bangku sekolah, menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman, serta beradaptasi dengan lingkungan baru di Nabire.
“Waktu saya masih SD, mama saya meninggal. Kemudian ketika SMP, bapak saya juga meninggal. Jadi, ada banyak beban yang harus saya hadapi dalam kehidupan,” ungkap Yones saat diwawancarai di Asrama Puncak, Nabire, Selasa (27/10/2026).
Kehilangan orang tua membuat Yones harus melewati masa-masa sulit pada usia muda. Namun, ketika mulai tinggal di asrama dan bergaul dengan mahasiswa dari berbagai daerah, ia perlahan menemukan lingkungan yang memberinya dukungan untuk terus melangkah.
“Setelah saya masuk asrama dan mulai bergaul dengan teman-teman, saya mulai merasakan kekeluargaan. Dari situ saya belajar bahwa meskipun kami jauh dari keluarga kandung, ada orang-orang yang bisa merangkul dan mendorong kami untuk terus sekolah,” katanya.



