Muka Air Rawa Biru Turun 3,8 Meter Saat Kemarau, Edisono: Perlu Data Akurat untuk Pemulihan Ekosiste

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Penurunan muka air Rawa Biru hingga sekitar 3,8 meter saat musim kemarau menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut merupakan sumber air baku bagi Perumda Air Minum Jereukom untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Merauke.
Kondisi ini mendorong perlunya kajian menyeluruh dan penyediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan rencana aksi pemulihan ekosistem Rawa Biru yang berada di kawasan Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kepala Bidang Wilayah Pusdal Lingkungan Hidup Papua, Kementerian Lingkungan Hidup RI, Edisono Worabay, menyoroti pentingnya hasil peninjauan lapangan sebagai bahan awal untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Penurunan muka air Rawa Biru hingga sekitar 3,8 meter saat musim kemarau perlu menjadi perhatian serius. Karena itu, kita membutuhkan data yang akurat agar rencana pemulihan ekosistem dapat disusun secara tepat,” kata Edisono pada pembahasan rencana aksi pemulihan ekosistem Rawa Biru di Merauke, Rabu (28/10/2026).
Pembahasan tersebut turut menyoroti kondisi hidrologi, perubahan tutupan lahan, serta pemeliharaan infrastruktur pendukung di kawasan perairan Rawa Biru.



