Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Peduli Pengembangan SDM, Sarjana Pendidikan Papua Tengah Ketemu Gubernur

Theresia F. Tekege • Rabu, 25 Juni 2025 - 12:06 WIB

 

Ratusan Sarjana Pendidikan saat mendengar Arahan Dari Koordinator Tim Penggerak Sarjana Pendidikan di Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Ratusan Sarjana Pendidikan saat mendengar Arahan Dari Koordinator Tim Penggerak Sarjana Pendidikan di Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM - NABIRE, Demi peningkatan Sumber daya Manusia (SDM) di Papua Tengah, Perkumpulan Sarjana Pendidikan Papua Tengah melakukan Audiensi dengan Gubernur di aula Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu, (25/6/2025). 

Dari pantauan media ini, mulai berkumpul di halaman kantor Gubernur sekitar pukul 08:00 WIT dan masuk lakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Papua Tengah pada pukul 10:00 WIT di aula Kantor Gubernur. 

 

Koordinator Sarjana Pendidikan Papua Tengah, Yanto Kadepa menjelaskan audiensi ini membahas strategi pendidikan di Papua Tengah supaya lebih maju. 

 

“ Kita sudah rancang beberapa program tetapi dari semuanya pertama kami akan lakukan dulu musyawarah sarjana Pendidikan di Papua Tengah,” ujar Kadepa. 

 

Menurutnya Tim Penggerak Sarjana Pendidikan secara legalitas belum ada tetapi dengan adanya audiensi ini Bapak Gubernur sudah ACC perkumpulan ini. 

 

“ Dalam wadah itu kita akan jadi penggerak untuk majukan pendidikan di Papua Tengah,” ungkapnya.

 

Dalam Perkumpulan ini ada tiga kategori Sarjana Pendidikan yaitu Honorer, Tenaga Kontrak dan pengangguran. 

 

" Jadi yang kita berjuang utama adalah yang pengangguran bisa difasilitasi untuk jadi honorer dan tenaga kontrak di sekolah-sekolah di Provinsi Papua Tengah termasuk didalamnya delapan Kabupaten," tutur Koordinator Tim Penggerak. 

 

Dari hasil Pembicaraan dengan Gubernur, Gubernur menyampaikan pihaknya akan mencari formula baru untuk gandeng tenaga pendidik mengingat honor dan tenaga kontrak sudah dihapus oleh pemerintah pusat. 

 

" Bapa Gubernur bilang beliau akan bantu formulasinya untuk rangkul kami. Tentunya untuk cetak SDM yang lebih baik," lugas Kadepa. 

 

Ia juga berharap tenaga pendidik yang menganggur ini diakomodir oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dan delapan Kabupaten supaya para sarjana pendidikan ini turut berkontribusi dalam mencetak SDM di Papua Tengah. 

 

" Lain akan diakomodir di Sekolah Yayasan yang diinisiasi oleh Gubernur sendiri. Tetapi lainnya kami menunggu regulasi dan formulasi yang akan diperjuangkan oleh pemprov untuk mengabdi di ibu kota Provinsi Papua Tengah dan delapan Kabupaten didalamnya terutama daerah terisolir," pungkas Kadepa. (*)

Editor : Lucky Ireeuw