Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Orang Dinyatakan Meninggal dari Ledakan Bom di Biak

I
Penulis: Ismail Ceposonline❯
Jumpa Pers Aparat Keamanan Polres Biak Numfor dan Pda Biak Numfor dan jajaran aparat TNI di TKP lokasi ledakan, Kampung Yenures Pantai, Minggu (31/5). (DOK HUMAS POLRES BIAK)
Jumpa Pers Aparat Keamanan Polres Biak Numfor dan Pda Biak Numfor dan jajaran aparat TNI di TKP lokasi ledakan, Kampung Yenures Pantai, Minggu (31/5). (DOK HUMAS POLRES BIAK)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Polres Biak akhirnya memberikan keterangan terkait kejadian tragis yang terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota yang diduga berasal dari ledakab bom peninggalan Perang Dunia Kedua, Minggu (31/5) siang sekitar pukul 14.45 WIT.

Peristiwa tragis ini dilaporkan mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.I.K., dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (31/5) malam, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi sekira pukul 14.45 WIT. 

Advertisement

Lokasi ledakan tepatnya berada di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

"Malam hari ini, kami dari Polres Biak Numfor bersama Pemda Biak Numfor yang diwakili oleh Plt. Sekda dan Kasatpol PP, serta didampingi jajaran dari Kodim 1708 Biak Numfor, Basarnas, dan Kompi C Batalyon C Brimob Polda Papua, memberikan rilis sementara terkait dugaan ledakan bom peninggalan Perang Dunia Kedua," ujar Ari Trestiawan.

Kata Ari, langkah evakuasi dan sterilisasi TKP, begitu menerima laporan, aparat keamanan gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). 

Advertisement

Petugas langsung memasang garis pengaman guna mensterilkan kawasan tersebut dari aktivitas warga dibeberapa titik. 

"Langkah awal yang kami lakukan adalah mengamankan dan mensterilkan lokasi kejadian. Hal ini sangat krusial untuk mencegah serta memitigasi adanya potensi ledakan susulan," tegasnya.

Data Korban Jiwa
Terkait data dan kondisi para korban, Kapolres menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama Basarnas, Dinas Kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan proses identifikasi dan evakuasi di lapangan.

"Berdasarkan identifikasi sementara, terdapat kurang lebih 5 korban meninggal dunia. Sementara itu, 3 korban lainnya dilaporkan masih belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian intensif," ungkap AKBP Ari Trestiawan.

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Bupati Biak Numfor Apresiasi Kesiapan Pemuda, Pesparani II Papua Siap Digelar

Bupati Biak Numfor Apresiasi Kesiapan Pemuda, Pesparani II Papua Siap Digelar

Kabupaten Biak Numfor menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Provinsi Papua yang digelar

Sipendora Aplikasi Pendataan Pendonor Darah Karya Anak Biak

Sipendora Aplikasi Pendataan Pendonor Darah Karya Anak Biak

Sebuah inovasi digital untuk membantu kebutuhan darah di Kabupaten Biak Numfor tengah disiapkan. Aplikasi bernama Sipendora (Sistem Informas

Paduan Suara Berbahasa Biak, Suatu Keunikan Keragamaman Budaya Biak

Paduan Suara Berbahasa Biak, Suatu Keunikan Keragamaman Budaya Biak

Lagu-lagu berbahasa Biak menggema di Aula Gedung KSL Biak dalam Lomba Paduan Suara Bahasa Biak yang menjadi salah satu rangkaian Festival B

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer