CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan bantuan logistik dan bahan makanan kepada masyarakat Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, yang mengungsi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, akibat konflik bersenjata yang terjadi pekan lalu.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Tengah, Alantino Wiay, didampingi Kepala Dinas Sosial Papua Tengah, Roni Misikmbo, Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Papua Tengah, perwakilan BPBD Provinsi Papua Tengah, serta sejumlah staf Dinas Sosial.
Bantuan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Bupati Puncak, Elvis Tabuni, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak yang mengungsi di Kantor Distrik Muara, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (23/4/2026).
Asisten I Setda Papua Tengah, Alantino Wiay mengatakan kehadiran pemerintah provinsi merupakan bentuk kepedulian terhadap warga terdampak konflik.
“Kami hadir bukan hanya sebagai pemerintah, tetapi sebagai bagian dari keluarga. Kami turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kami di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh instansi teknis terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, serta BPBD,” kata Wiay.
Menurutnya, masa tanggap darurat masih berlangsung dan akan berjalan beberapa hari ke depan.
Pemerintah provinsi juga telah mendatangkan bantuan melalui tiga kali penerbangan, termasuk tim medis dan tim BPBD.
“Saat ini masa tanggap darurat masih berjalan kurang lebih enam hari ke depan. Pemerintah provinsi telah mendatangkan bantuan logistik melalui tiga flight, serta menurunkan tim medis ke lokasi,” jelasnya.
Ia menegaskan agar pemerintah daerah dan OPD teknis tetap menjaga koordinasi serta memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya disalurkan, tetapi juga dikelola dengan baik agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Papua Tengah, Roni Misikmbo, merinci bantuan yang telah disalurkan melalui tiga penerbangan.
“Bantuan yang kami datangkan terdiri dari beras 2 ton, minyak goreng 100 liter, susu 20 dus, kopi 100 bungkus, gula pasir 800 kilogram, mi instan 80 karton, serta berbagai kebutuhan lainnya,” ungkap Misikmbo.
Selain bahan makanan, bantuan juga mencakup kebutuhan dasar pengungsi seperti tikar, selimut, sabun, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan perempuan.
“Kami juga membawa tikar 80 lembar, sabun cuci dan sabun mandi masing-masing 80, perlengkapan kebersihan, selimut dewasa dan bayi, popok, serta perlengkapan perempuan,” jelasnya.
Roni menambahkan, tim kesehatan juga akan terus diperkuat guna memastikan pelayanan medis bagi para pengungsi tetap berjalan optimal.
“Tim kesehatan akan diterbangkan dari Nabire ke Sinak dengan membawa obat-obatan, alat kesehatan, serta paket makanan tambahan bagi masyarakat terdampak,” kata Roni.
Selain itu, distribusi bantuan medis juga akan dilanjutkan ke Mulia, termasuk pengiriman oksigen berkapasitas besar dan genset untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan.
“Kami juga akan menyerahkan oksigen dan genset ke RSUD Mulia sesuai kebutuhan yang telah dilaporkan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan dengan baik sehingga benar-benar membantu masyarakat yang sedang membutuhkan dalam situasi darurat,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa