ASN Harus Berintegritas, Disiplin dan Utamakan Pelayanan Masyarakat

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 10:58 WIB
Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Papua Selatan dan Kepala BPSDM Papua Selatan Wilem Da Costa saat menutup Latsar golongan II Pemprov Papua Selatan di Gedung Olahraga Hiad Say Merauke, Jumat (6/11/2026, (CEPOSONLINE.COM/SULO)
Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Papua Selatan dan Kepala BPSDM Papua Selatan Wilem Da Costa saat menutup Latsar golongan II Pemprov Papua Selatan di Gedung Olahraga Hiad Say Merauke, Jumat (6/11/2026, (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Formasi Tahun 2024 agar menjadikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Formasi Tahun 2024 di Provinsi Papua Selatan.


Dalam arahannya, Guritno menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi dan berhasil menyelesaikan tahapan pelatihan dasar. Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan langkah awal untuk memulai pengabdian sebagai ASN.


Ia menegaskan, Latsar bukan sekadar kegiatan pelatihan untuk memenuhi persyaratan menjadi PNS, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan jati diri ASN agar memiliki integritas, profesionalisme, serta orientasi yang kuat terhadap pelayanan masyarakat.


Karena itu, setiap ASN harus memegang teguh nilai-nilai dasar berupa integritas, profesionalisme, nasionalisme, etos kerja, dan semangat melayani.


Guritno menjelaskan, para peserta yang merupakan ASN Golongan II nantinya akan menjalankan tugas sebagai pejabat pelaksana pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Untuk itu, mereka dituntut memahami tugas pokok dan fungsi (tusi), bekerja dengan disiplin, serta menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan dan arahan pimpinan.


Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para peserta yang sebagian besar merupakan orang asli Papua (OAP). Mereka diharapkan dapat menunjukkan kinerja terbaik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati.


"Jangan sampai kehadiran saudara-saudara sebagai ASN justru mengecewakan masyarakat, khususnya orang asli Papua yang harus mendapatkan pelayanan dengan baik," demikian pesan yang disampaikan dalam arahan tersebut.


Lebih lanjut, Guritno mengingatkan bahwa tantangan ASN saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, dan modernisasi. Kondisi tersebut menuntut setiap pegawai untuk terus meningkatkan kemampuan, beradaptasi, serta bekerja secara profesional.


ASN, katanya, tidak boleh memiliki sikap bermalas-malasan atau hanya menjalankan tugas sebatas memenuhi kewajiban administratif. Sebaliknya, setiap pegawai harus menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.


Selain itu, ASN juga diingatkan untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Sebagai aparatur negara, ASN harus menjadi perekat dan pemersatu bangsa, serta tetap berpegang pada aturan dan regulasi yang berlaku.


"Jadilah ASN yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Provinsi Papua Selatan," pesannya.(*)

Editor : Weny Firmansyah
PAPUA SELATAN