CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan Ferdinand usaha Kainakaimu menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Integrated Discipline Information System (IDIS) versi 3, yang dinilainya sebagai langkah penting dalam memperkuat penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, di Merauke, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sekda, disiplin merupakan salah satu tantangan utama yang masih harus terus dibangun di lingkungan birokrasi, khususnya di wilayah Papua Selatan.
Padahal, tuntutan terhadap ASN saat ini semakin tinggi dan mengharuskan setiap aparatur bekerja secara profesional, disiplin, serta berorientasi pada pelayanan publik.
"Saya menyambut baik kegiatan ini karena berhubungan langsung dengan penegakan disiplin ASN. Tantangan kita saat ini adalah tuntutan yang mengharuskan kita memiliki disiplin tinggi, namun di wilayah Papua, khususnya Papua Selatan, hal ini masih sering dianggap sepele," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa disiplin bukan hanya berkaitan dengan kehadiran di kantor, tetapi juga menyangkut ketepatan waktu, penyelesaian pekerjaan, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Melalui disiplin kita bisa meningkatkan kinerja, termasuk pelayanan kepada masyarakat. Disiplin datang bekerja tepat waktu, disiplin menyelesaikan pekerjaan, itu yang harus terus kita bangun," katanya.
Sekda memberikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan atas inovasi penerapan aplikasi IDIS versi 3.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi lompatan penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Ia menjelaskan, aplikasi IDIS akan membantu ASN, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), maupun pimpinan dalam memantau kedisiplinan pegawai secara lebih objektif. Sistem tersebut akan mencatat berbagai aktivitas kerja, mulai dari waktu masuk kantor, pelaksanaan pekerjaan, waktu istirahat hingga jam pulang kerja.
"Melalui aplikasi ini kita diarahkan pada tahapan-tahapan kinerja yang lebih baik. Kapan kita masuk kerja, kapan mulai bekerja, kapan istirahat, hingga kapan pulang kerja, semuanya akan tercatat dalam sistem," jelasnya.
Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Sekda menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan BKPSDM. Ia berharap inovasi serupa juga dikembangkan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Menurutnya, mulai tahun 2026 hingga 2027, setiap OPD didorong untuk menghasilkan sedikitnya satu atau dua inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan maupun kinerja organisasi.
"Kami berharap OPD-OPD lain mulai menciptakan inovasi. Selama ini inovasi sudah ada, tetapi belum diimplementasikan secara optimal. IDIS ini menjadi contoh inovasi yang sangat baik dan diharapkan menjadi motivasi bagi OPD lainnya," ujarnya.
Sekda menambahkan, sebagai provinsi baru, Papua Selatan memiliki peluang besar untuk menunjukkan kemampuan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif. Apalagi, daerah ini cukup sering menjadi tujuan kunjungan pemerintah pusat sehingga kinerja birokrasi harus terus ditingkatkan.
"Papua Selatan ini luas dan sering dikunjungi pemerintah pusat. Kita harus membuktikan bahwa Papua Selatan bisa maju melalui berbagai inovasi," katanya.
Terkait implementasi aplikasi IDIS, Sekda memperkirakan sistem tersebut mulai diterapkan secara efektif setelah pelaksanaan sosialisasi selesai.
"Secara efektif kemungkinan mulai diterapkan setelah kegiatan ini selesai, mungkin mulai pekan depan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem baru tersebut bukan menggantikan mekanisme absensi yang selama ini telah berjalan, melainkan memperkuat pengawasan melalui sistem yang lebih terintegrasi. Menurutnya, aplikasi tersebut diadopsi dari praktik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain dengan pendekatan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
Sekda berharap penerapan sistem tersebut dapat menumbuhkan budaya kejujuran dan integritas di lingkungan ASN.
"Mudah-mudahan melalui sistem ini tidak ada lagi praktik-praktik yang tidak jujur. Sistem ini mengajarkan kita tentang arti kejujuran yang sesungguhnya. Mari kita kurangi tipu-tipu dan lebih mengedepankan integritas agar bangsa ini semakin maju," tegasnya.
Menanggapi kondisi kedisiplinan ASN hingga pertengahan tahun 2026, Sekda menilai tingkat kehadiran pegawai secara umum sudah cukup baik meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.
Ia menyebut kebijakan efisiensi anggaran, penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP/TKD), serta perpindahan pusat pemerintahan ke Kawasan Salor yang membuat sebagian ASN harus menempuh perjalanan sekitar satu jam setiap hari tidak menyurutkan semangat pegawai untuk tetap bekerja.
"Saya cukup bangga dengan ASN Papua Selatan. Walaupun kantor berpindah jauh dan menghadapi berbagai keterbatasan, mereka tetap aktif bekerja. Memang masih ada kekurangan, tetapi ASN juga manusia yang membutuhkan proses dan penyesuaian. Karena itu kita harus melihatnya juga dari sisi kemanusiaan," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw