Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Investasi Tebu Rp100 Triliun di Merauke, 2 dari 10 Perusahaan Konsersium Mulai Beroperasi

Yulius Sulo • Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
Petrus Assem. (Sulo/Ceposonline.com)
Petrus Assem. (Sulo/Ceposonline.com)

 CEPOSONLINE.COM,MERAUKE-Dari rencana investasi perkebunan tebu di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, baru dua perusahaan yang saat ini beroperasi dari total 10 perusahaan yang direncanakan terlibat.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan, Petrus Assem, mengatakan dua perusahaan tersebut adalah PT Global Papua Abadi dan PT Murni.

 

‘’Untuk tebu di Merauke masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN yang dikelola oleh Kementrian Investasi Republik Indonesia,’’ kata Petrus Assem kepada media ini di Pusat Pemerintahan Papua Selatan, Salor Merauke, Senin (20/4/2026).

 

Dikatakan, 10 perusahaan yang akan berinvestasi merupakan konsersium yang seluruh dananya bersumber dari swasta. Dengan rencana nilai investasi sebesar Rp100 triliun yang sebelumnya berinilai Rp 150 triliun.   

 

‘’Rencana investasi senilai R100 triliun dari sebelumnya Rp150 triliun dengan luas lahan sekitar 500.000 hektar,’’ katanya.   

 

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industri gula dengan produk turunannya bioethanol untuk menggerakan mesin listrik dengan kapasitas yang diperkirakan 300 MW. 

“Direncanakan kapasitas listrik mencapai 300 megawatt, dengan 100 megawatt untuk masyarakat dan 200 megawatt untuk kebutuhan industri,” katanya.

 

Saat ini, lahan yang telah dibuka mencapai sekitar 9.000 hektare, yang tersebar di Distrik Tanah Miring seluas 7.000 hektare dan Distrik Jagebob seluas 2.000 hektare.

 

Perusahaan masih melakukan penanaman tebu untuk pengembangan bibit yang akan digunakan pada tahap berikutnya.

 

Pabrik pengolahan tebu direncanakan mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada 2027.

 

‘’Saat ini jumlah masyarakat yang direkrut baik sebagai karyawan maupun harian lepas sekitar 4.000 orang. Masyarakat senang karena memiliki pendapatan. Kemudian pendidikan anak dan kesehatan masyarakat setempat gratis dari perusahaan,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#Ceposonline.com #tebu #PAPUA SELATAN