Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Gubernur Apolo Beberkan Pembangunan Sejumlah Ruas Jalan di Merauke, Warga Kaptel Siap Terima

Yulius Sulo • Senin, 13 April 2026 - 05:52 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat berdialog dengan masyarakat Distrik Kapsel, Kabupaten Merauke, Sabtu (11/4/2026).   
(Ceposonline.com/Biro Umum Setda Papsel)
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat berdialog dengan masyarakat Distrik Kapsel, Kabupaten Merauke, Sabtu (11/4/2026).    (Ceposonline.com/Biro Umum Setda Papsel)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Pemerintah pusat, kabupaten, maupun provinsi sementara membangun sejumlah ruas Jalan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

 Ruas jalan yang dibangun menghubungkan sejumlah kampung dan distrik di kabupaten tersebut. 

Demikian disampaikan Gubernur Apolo Safanpo saat bersama rombongan mengunjungi Kampung Kaptel, Distrik Kaptel, pada Sabtu (11/6/2026).

Kunjungan ke Kaptel untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat. Di sela-sela dialog, kepala distrik setempat mewakili masyarakat, menyampaikan aspirasi terkait jalan.

"Jadi, untuk jalan yang disampaikan oleh kepala distrik, ada pembagian tugas dan kewenangan, ada jalan yang dibangun pemerintah kabupaten, ada jalan yang dibangun oleh pemerintah provinsi, dan jalan yang dibangun oleh pemerintah pusat," kata Gubernur Apolo menanggapi aspirasi yang disampaikan.

Apolo menjelaskan, ruas jalan yang dibangun oleh pemerintah pusat namanya jalan nasional, dilaksanakan Kementerian PUPR, sementara  jalan yang dibangun oleh pemerintah provinsi namanya jalan provinsi melalui Dinas PU Provinsi.

Sementara jalan dibangun kabupaten namanya jalan kabupaten dibangun oleh Dinas PU Kabupaten. Saat ini, pemprov Papua Selatan sementara mengkoneksikan/menyambungkan antara jalan kabupaten, provinsi, dan jalan nasional.

Dengan demikian, kata dia, bisa terkoneksi, transportasi yang dari luar Papua masuk ke ruas jalan nasional selanjutnya didistribusi masuk ke jalan provinsi, jalan kabupaten sampai ke kampung, harus tersambung.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah provinsi sedang membangun jalan provinsi, pemerintah kabupaten sedang membangun jalan kabupaten, dan pemerintah pusat juga sedang membangun jalan nasional.

"Ada jalan nasional yang sementara di kerjakan dari Wanam sampai Muting, panjangnya kurang lebih 135 kilo meter,"ujarnya.

Menurutnya, pemerintah provinsi juga sedang membangun jalan, memperbaiki jalan dan meningkatkan jalan yang ada. Membangun jalan berarti jalan yang belum ada (jalan baru-red), sementara memperbaiki berarti jalannya sudah ada tetapi rusak sehingga perlu diperbaiki.

"Kalau peningkatan jalan seperti jalan yang tadinya hanya beton ditingkatkan menjadi jalan aspal, kualitasnya ditingkatkan,"kata dia.

Kini, kata dia, pemerintah provinsi sedang membangun ruas jalan dari Merauke ke Kuprik, Jagebob, Poo, Erambu, Toray, Wasur melalui Sota. Kemudian ke Kuprik, Tanah Miring, Salor, Kumbe, Onggari, Burse  sampai ke Domande hingga ke Muara Bian.

Kemudian dari Wapeko, Senegi sampai Tamulik. Lalu, dari Tamulik melalui jembatan turun ke Kwemsik. Dari Kwemsik, ada tiga ruas jalan.

Dari tiga ruas jalan itu, satu kearah Okaba melalui Sanggase, Alatep sampai Okaba. Lalu, satunya lagi ke arah Ngguti, Nakias, Salamepe, Banomepe sampai dipinggir kali digoel. 

"Ruas jalan kearah Nakias, ada simpang jalan dari Wanam. Kalau itu bisa sambung, bisa masuk ke Tamulik dan  sampai ke Kaptel,"ujarnya.

Ia mengatakan,dalam pembangunan sejumlah ruas jalan tersebut, pemerintah provinsi memohon ijin, restu dan memohon pertimbangan dari masyarakat.

Menurut dia, jika jalan itu dibangun maka akan bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan pelayanan lainnya bagi anak cucu dimasa mendatang.

Apolo menyebut, pemerintah bersama masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memikirkan nasib dan masa depan anak-anak.

"Oleh karena itu kami memohon ijin kepada bapa-bapa, adik-adik, saudara-saudara dan mama-mama semua supaya kita memberikan pertimbangan untuk pembangunan jalan ini,"kata dia.

Sejumlah ruas jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat ekonomi, pendidikan dan manfaat kesehatan bagi anak cucu dimasa yang akan datang. 

Setelah menjelaskan, Gubernur Apolo menanyakan kesedian masyarakat apakah menerima pembangunan ruas jalan nasional yang sementara sedang dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dari Wanam ke Muting,panjangnya sekitar 135 kilo meter.

Secara serempak masyarakat Kampung Kaptel dan beberapa kampung sekitar yang mengikuti dialog, spontan menjawab menerima pembangunan ruas jalan tersebut. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Apolo Safanpo #PAPUA SELATAN