Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

PENGUMUMAN Hasil SKD CPNS Papua Selatan Formasi 2024, Ini Kata BKPSDM

Yulius Sulo • Jumat, 6 Desember 2024 | 12:50 WIB
Kepala  BKPSDM Papsel Alberth Alexander Rapami memberikan keterangan terkait hasil testing SKD CPNS Papsel belum diumumkan di gedung negara, Jumat (6/12/2024). Ceposonline.com/Sulo
Kepala BKPSDM Papsel Alberth Alexander Rapami memberikan keterangan terkait hasil testing SKD CPNS Papsel belum diumumkan di gedung negara, Jumat (6/12/2024). Ceposonline.com/Sulo

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan telah melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Papua Selatan formasi 2024.

Dengan demikian, tahapan selanjutnya ialah pengumuman hasil SKD tersebut.

Disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Selatan, Alberth Alexander Rapami, pelaksanaan SKD CPNS telah dilaksanakan pada 28 Oktober – 13 November 2024.

“Maka, sesuai tahapanya, seharusnya pengumuman (hasil SKD CPNS) sudah dilaksnaakan 17-19 November 2024,’’ kata Alberth Rapami atas nama Pj Gubernur Papua Selatan di Kantor Sementara Gubernur Papua Selatan, Jumat (6/12/2024).

Namun, hingga saat ini, para CPNS belum juga mendengar hasil SKD yang telah dilakukan.

Sebab, Pemprov Papua Selatan memang belum mengumumkan hasilnya.

Ditanya penyebabnya, Alberth menjelaskan bahwa ada kendala teknis.

“Jadi, admin dari pansel lokal mencoba berkoordinasi dengan admin panselnas, yang dalam hal ini BKN Pusat.”

“Ternyata ditemui kurang lebih 213 formasi jabatan tidak dilamar oleh pelamar.”

Disebutkan, sebanyak 213 formasi ini terdiri dari 210 formasi jabatan bagi Orang Asli Papua dan 3 formasi bagi non asli Papua.

“Formasi tersebut kebanyakan dari administrator kebijakan ahli pertama. Itu sangat banyak sekali, dan diikuti pranata komputer,” terangnya. 

Alberth menjelaskan, jika jabatan-jabatan tersebut tidak diisi, maka Pemprov Papua Selatan dirugikan.

“Sebab, dari kuota 1.000 formasi yang akan diterima, sudah berkurang 213 jabatan.”

“Dengan demikian, hanya tersisa 787 jabatan,” ujarnya.

Oleh karenanya, sambung Alberth, secara internal, pihaknya melapor ke Pj Gubernur Papua Selatan, agar dilakukan optimalisasi.

“Artinya, kami mencoba menghilangkan formasi yang kosong dan memindahkan ke formasi yang pelamarnya banyak tapi formasinya sedikit.”

“Kami sudah melakukan optimalisasi, kemudian dengan surat gubernur kami mengusulkan ke Menpan RB,” katanya.

Demikian, Alberth berharap, sebelum pengumuman dilakukan, optimalisasi yang dimaksud sudah dilakukan seluruhnya.

Pihaknyapun menunggu sampai beberapa hari yang lalu.

Jawaban dari Kemenpan RB ialah optimalisasi finalisasi dilaksanakan setelah seleksi kemampuan bidang (SKB). 

‘’Jadi finalisasi optimalisasi ini dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Tidak bisa dilakukan pemerintah daerah.”

“Pemerintah daerah dalam hal ini pansel lokal hanya menyiapkan tempat pelaksanaan seleksi, kemudian menerima pendaftaran saja. Proses penetapan formasi, optimalisasi formasi maupun penetapan hasil seleksi dilakukan Panselnas,’’ jelasnya.

Atas dasar itulah, sambung Alberth Rapami, sehingga pihaknya  memutuskan untuk informasi tersebut disampaikan kepada masyarakat khususnya pada peserta seleksi CPNS Pemprov Papua Selatan apa yang menjadi hambatan sehingga belum dilakukan pengumuman hasil testing SKD.

‘’Kami sudah melakukan finalisasi SKD dan kami menunggu hasil pengumuman yang akan ditetapkan oleh Panselnas.”

“Kalau Panselnas sudah menetapkan hasil seleksi SKD,  maka akan disampaikan kepada  Pemerintah Provinsi Papua Selatan.”

“Selanjutnya  Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan mengumumkan kepada seluruh warga masyarakat terkait hasil SKD.”

“Harapan kami, hari ini sudah hasil keputusan dari Panselnas atau mungkin Senin depan, maka kami akan langsung umumkan,’’ ungkapnya.

Sementara secara teknis sebagaimana ditetapkan dalam Permenpan Nomor 350  bahwa yang akan seleksi SKD adalah 3 kali formasi.

Demikian, 1 formasi yang lolos 3 pelamar.

Kemudian kelulusan berdasarkan passing grade. Khusus OAP, passing grade 286 dari akumulasi  TWK (Test Wawasan Kebangsaan), TIU ( Tes Intelegensi Umum)  dan  TKP (Test Karateristik Pribadi). Sementara non asli Papua kelulusannya 311.

‘’Terkait dengan OAP, dalam regulasi diatur bahwa apabila tidak  mencapai passing grade maka akan dilihat kembali perengkingan.”

“Tapi untuk non asli Papua tidak dilihat perengkingan tapi semua berpedoman pada passing grade. Dan hasil SKD  kemarin, seluruh pelamar sudah mendapatkan hasil dan hasil itu pula bisa diterbitkan sertifikatnya. Silakan   masing-masing peserta cek kembali hasilnya,’’ pungkasnya.(*)

Editor : Gratianus Silas
#Merauke #skb #calon pegawai negeri sipil #Ceposonline.com #cpns #PAPUA SELATAN #skd