Malaria di Kota Sorong Capai 1.509 Kasus, Dinkes Gandeng Lintas Sektor Kejar Target Bebas Malaria

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:06 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir ketika menabuh tifa sebagai tanda pembukaan sosialisasi di salah satu hotel di Kota Sorong, Rabu (29/7/2026).(papuabaratdayapos.com/fauzia)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir ketika menabuh tifa sebagai tanda pembukaan sosialisasi di salah satu hotel di Kota Sorong, Rabu (29/7/2026).(papuabaratdayapos.com/fauzia)

CEPOSONLINE.COM, SORONG – Dinas Kesehatan Kota Sorong mencatat sebanyak 1.509 warga terkonfirmasi positif malaria sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat target eliminasi malaria di Kota Sorong pada 2028.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth, membuka Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria Kota Sorong Tahun 2026 yang diikuti organisasi perangkat daerah, kepala distrik, kepala puskesmas, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga swadaya masyarakat.

 

Jemima menegaskan bahwa eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

"Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan kerja sama dari semua pihak. Upaya eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi memerlukan dukungan pemerintah daerah, lintas sektor, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat," katanya, Rabu (29/7/2026) di salah satu hotel di Kota Sorong.

 

Jemima menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai strategi percepatan eliminasi malaria, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyusun langkah nyata dalam meningkatkan penemuan kasus, pengobatan sesuai standar, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat.

 

"Harapan kami melalui kegiatan ini semua peserta memiliki pemahaman, memiliki komitmen, dan terjalin kolaborasi serta koordinasi yang baik untuk mencapai target eliminasi malaria tahun 2028," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, mengungkapkan hingga Juni 2026 terdapat 32.547 orang yang telah diperiksa malaria atau 77 persen dari target pemeriksaan sebanyak 42.427 orang.

 

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.509 orang dinyatakan positif malaria dari estimasi 3.518 kasus yang ditargetkan ditemukan," katanya.

 

Lanjutnya, Sebanyak 1.324 pasien atau 87,67 persen telah mendapatkan pengobatan sesuai standar. Kasus tertinggi masih ditemukan di Distrik Maladumes, Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong Manoi, dan Distrik Sorong Kepulauan.

 

Selain itu, kata Jenny bahwa angka Annual Parasite Incidence (API) Kota Sorong pada Januari–Juni 2026 tercatat sebesar 4,90 per 1.000 penduduk, masih jauh di atas target eliminasi yang menetapkan API di bawah 1 per 1.000 penduduk. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan berbagai langkah, mulai dari edukasi masyarakat melalui puskesmas, pembagian kelambu berinsektisida, penyemprotan, penemuan kasus secara aktif, hingga memastikan seluruh penderita memperoleh pengobatan sesuai standar. 

 

"Dinas Kesehatan juga memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar target Kota Sorong bebas malaria pada 2028 dapat tercapai sebagai bagian dari target eliminasi malaria nasional pada 2030," katanya.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
papua barat daya Ceposonline.com