CEPOSONLINE.COM, SORONG— Kabar gembira datang bagi ratusan ribu tenaga pendidik di tanah air yang belum memiliki ijazah Sarjana. Saat mengunjungi SMK Negeri 1 Kota Sorong, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti secara resmi mengumumkan perluasan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk menjaring sebanyak 150.000 guru agar bisa melanjutkan studi ke jenjang D4 atau S1 secara gratis pada tahun anggaran ini.
"Untuk tahun ini, kami mengalokasikan program RPL untuk 150.000 guru yang belum D4 atau S1," katanya, Rabu (27/5/26).
Langkah ini, kata Mendikdasmen merupakan komitmen konkret kementerian untuk menuntaskan amanat undang-undang terkait standar kualifikasi akademik minimal guru. Pemerintah menyadari bahwa saat ini masih banyak guru di berbagai daerah yang mengabdi dengan latar belakang pendidikan kelulusan SLTA, D2, maupun D3.
Untuk itu, kata Menteri bahwa negara mengucurkan bantuan beasiswa senilai Rp3.000.000, per semester per mahasiswa guna memfasilitasi kelanjutan studi mereka.
"Tapi semuanya nanti, pada waktunya kita beri kesempatan untuk dapat melanjutkan studi S1 dengan sistem RPL, Rekognisi Pembelajaran Lampau, dan kita berikan beasiswa 3 juta per semester per mahasiswa," katanya.
Menteri, Abdul Mu'ti meminta kerja sama yang dari Gubernur, Wali Kota, Bupati, serta jajaran Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia untuk memasifkan sosialisasi program RPL ini.
"Silakan Pak Gubernur, Pak Wali Kota, Bapak Bupati, dan para dinas diberikan sosialisasi kepada para guru yang belum D4 atau S1 untuk dapat berpartisipasi dalam program RPL ini," katanya
Mendikdasmen menambahkan bahwa Peningkatan kualifikasi akademik ini diposisikan sebagai jembatan utama bagi para guru untuk bisa mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka secara berkesinambungan melalui perolehan tunjangan sertifikasi.
"Secanggih apa pun teknologi, sebagus apa pun gedung sekolah, selengkap apa pun sarana prasarana, kalau guru-gurunya tidak berkualitas, tentu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Karena guru adalah kunci, tokoh yang paling menentukan keberhasilan pendidikan," tegas Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen menambahkan bahwa, program transisi ini telah sukses diselenggarakan pada tahun 2025 untuk gelombang pertama sebanyak 12.500 guru di seluruh Indonesia yang kini telah memasuki semester 2 dan dijadwalkan wisuda pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
"Tahun 2025, kami sudah menyelenggarakan program ini untuk 12.500 guru di seluruh Indonesia, sekarang sudah memasuki semester 2. Yang cukup 1 tahun, mungkin bisa wisuda pada pertengahan tahun 2026," katanya.(zia)
Editor : Lucky Ireeuw