CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Fenomena iklim El Nino semakin memberikan memberikan dampak mengkhawatirkan. Bahkan, Program Pangan Dunia (WFP) PBB menyebut jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut bisa bertambah hampir 49 juta jiwa pada akhir 2027 akibat fenomena iklim El Nino yang semakin intens ini.
"El Nino periode 2015-2016 berdampak pada ketahanan pangan 60-100 juta orang. Analisis awal WFP memproyeksikan bahwa El Nino periode 2026-2027 ini bisa menyebabkan sedikitnya 49 juta orang lainnya mengalami kerawanan pangan akut pada akhir 2027," kata WFP.
Badan PBB itu menganalisis 45 negara yang telah menghadapi ketidakstabilan pangan, di mana El Nino sepertinya akan berdampak signifikan terhadap curah hujan, suhu dan potensi kekeringan serta banjir.
Disebutkan bahwa kemungkinan besar akan terjadinya satu peristiwa yang sangat kuat, mengingat suhu permukaan sudah mencapai rekor tertinggi. Fenomena tersebut berpotensi menjadi yang terkuat sejak 1950.
Puncaknya diperkirakan akan terjadi antara September hingga Desember 2026, dengan dampak yang masih akan terasa hingga 2027.
Amerika Tengah dan Afrika selatan diperkirakan akan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan penurunan kondisi ketahanan pangan yang signifikan juga diperkirakan terjadi di Afrika Timur, Asia Selatan dan juga Asia Tenggara.
El Nino adalah fenomena alam di mana suhu air laut di wilayah khatulistiwa Pasifik naik hingga ke level yang tidak wajar, sehingga memicu perubahan iklim di seluruh dunia.
Laporan PBB yang dirilis pada Juli menunjukkan bahwa angka kelaparan global turun selama tiga tahun berturut-turut pada 2025, dengan 608-696 juta orang menghadapi krisis pangan. (*)
Editor : Agung Trihandono