Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Jaksa Agung dan Kapolri Kompak Bantah Isu Retak: Kami Bukan Rival, Tapi Keluarga

Elfira Halifa • Selasa, 14 Juli 2026 | 04:43 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Polri).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Di tengah ramainya spekulasi mengenai hubungan yang disebut memanas antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Kejaksaan Agung, Senin (13/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa kedua institusi tetap berkomitmen menjaga soliditas dalam penegakan hukum.

Kunjungan itu menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Penetapan Febrie sebagai tersangka oleh tim penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri memunculkan spekulasi adanya ketegangan antara dua lembaga penegak hukum tersebut.

Jaksa Agung ST Burhanuddin membantah anggapan bahwa Kejagung dan Polri sedang terlibat rivalitas.

"Jangan berpikir kami ini rival atau saling berhadapan. Tidak. Kami sudah saling mengenal sejak lama, bahkan secara pribadi," kata Burhanuddin saat menerima kunjungan Kapolri di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Republika.co.id, Selasa (14/7/2026).

Ia menegaskan, dinamika penanganan perkara tidak memengaruhi hubungan kelembagaan maupun komunikasi antara Kejaksaan Agung dan Polri.

Menurut Burhanuddin, pertemuan tersebut justru dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi serta membahas langkah-langkah perbaikan sistem penegakan hukum ke depan.

"Jangan juga berpikir karena ada persoalan beberapa hari terakhir hubungan kami berubah. Kami tetap bersilaturahmi seperti biasa dan terus membangun komunikasi untuk perbaikan ke depan," ujarnya.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menepis isu keretakan hubungan kedua institusi. Ia bahkan menyebut kedatangannya ke Kejaksaan Agung sebagai bentuk silaturahmi kepada sosok yang telah lama dikenalnya.

"Pak Jaksa Agung adalah kakak saya. Hari ini kami bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai banyak hal, terutama bagaimana memperkuat kerja sama antara kepolisian dan kejaksaan dalam sistem peradilan pidana," kata Sigit.

Menurut Kapolri, Polri dan Kejaksaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem criminal justice sehingga sinergi harus terus diperkuat demi memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

"Kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar. Kami akan terus menjaga soliditas dan sinergi agar penegakan hukum berjalan semakin baik," tegasnya.

Isu hubungan kurang harmonis antara Kejaksaan Agung dan Polri kembali menjadi perhatian publik setelah mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkapkan pengalamannya saat masih menjabat di kabinet.

Dalam sebuah podcast, Mahfud menyebut hubungan kedua institusi memang telah lama diwarnai persaingan. Bahkan, menurutnya, Kapolri dan Jaksa Agung pada masa tertentu kerap enggan duduk bersama dalam satu forum untuk membahas persoalan hukum.

Mahfud mengaku pernah mengingatkan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi sulitnya membangun sinergi antara kedua lembaga tersebut.

Pernyataan Mahfud itu memicu berbagai spekulasi, terlebih setelah penyidik Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan korupsi dan TPPU.

Meski demikian, pertemuan antara Kapolri dan Jaksa Agung pada Senin (13/7/2026) menjadi sinyal bahwa komunikasi antarlembaga tetap berjalan. Keduanya menegaskan komitmen untuk menjaga profesionalisme serta memperkuat koordinasi dalam setiap proses penegakan hukum. (*)

Editor : Elfira Halifa
#jaksa #kapolri