CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA- Kementerian Sosial (Kemensos) membawa kabar gembira bagi para pencari kerja dan guru pendidikan di tanah air.
Seperti dilansir dari Jawa Pos.com, tahun ini, Kemensos resmi mengumumkan rencana rekrutmen besar-besaran yang mencakup lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan untuk menyokong ekosistem Sekolah Rakyat yang kini tengah bertransisi menjadi permanen.
Langkah ini sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan digital di puluhan titik sekolah di berbagai daerah.
Dengan target menjaring lebih dari 32.000 siswa baru, rekrutmen ini diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan kualitas pendidikan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Gus Ipul yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi gedung-gedung sekolah baru yang sedang dikebut pembangunannya.
"Tahun ini kita insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini," jelas Gus Ipul, Selasa (26/5).
Pemerintah menargetkan seluruh bangunan fisik ini rampung pada Juni mendatang agar bisa langsung digunakan pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2026.
"Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, nanti akan disampaikan langsung, yang semuanya telah diusahakan, didukung, di-support oleh Pak Menteri PU untuk dilakukan percepatan, agar bulan Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027," tambah Gus Ipul.
Menteri PU, Dody Hanggodo, tidak menampik adanya tantangan berat di lapangan. Dari total 93 titik tersebut, ia secara terbuka mengakui ada 5 titik yang masih berada dalam 'zona merah' akibat kendala arus kas (cashflow) kontraktor dan keterbatasan SDM lokal. Namun, ia berkomitmen penuh untuk turun langsung mengurai sumbatan tersebut.
Pembangunan ini dipastikan tidak berhenti di bulan Juli. Kementerian PU menjadwalkan pembangunan Tahap III A (7 titik) dan Tahap III B (11 titik) selesai pada Desember 2026.
"Harapan kami sih 89 (titik) ini, bisa urusan lahannya dan readiness kriterianya bisa segera selesai, dan kita bisa langsung tender, dan kalau yang 89 ini targetnya paling lambat di awal Juni 2027 bisa selesai," imbuh Dody. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser