Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Peringatan May Day  1 Mei 2026, Serikat Pekerja Agendakan Mobilisasi Ratusan Ribu Buruh di Monas  

Agung Trihandono • Kamis, 30 April 2026 | 10:39 WIB
Poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh pada peringatan May Day 2025. (Ceposonline.com/Juliana Christy/JawaPos.com)
Poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh pada peringatan May Day 2025. (Ceposonline.com/Juliana Christy/JawaPos.com)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA– Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, Jumat, 1 Mei 2026, telah resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Tanggal 1 Mei merupakan momen peringatan Hari Buruh Internasional atau yang populer disebut sebagai May Day.

Menilik sejarahnya, Hari Buruh Internasional berakar dari gerakan masif kaum pekerja di akhir abad ke-19. 

Melansir data dari Encyclopædia Britannica, gerakan ini bermula di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886. 

Saat itu, puluhan ribu buruh di Chicago melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut standarisasi waktu kerja menjadi 8 jam sehari, dari yang sebelumnya mencapai 10 hingga 16 jam kerja.

Di Indonesia, pengakuan terhadap Hari Buruh sebagai hari libur nasional memiliki sejarah panjang hingga akhirnya dikukuhkan kembali melalui payung hukum yang kuat. 

Momentum ini dimanfaatkan setiap tahunnya untuk menyuarakan aspirasi seputar kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, hingga sistem upah yang adil.

Peringatan May Day pada Jumat, 1 Mei 2026, diprediksi akan menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar dalam beberapa tahun terakhir. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa ratusan ribu buruh dari berbagai sektor telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Titik pusat massa akan terkonsentrasi di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Agenda besar tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 211.800 buruh dari sektor industri.

Selain itu, massa dari pengemudi ojek online (ojol) juga dijadwalkan bergabung, sehingga total peserta diperkirakan menembus angka 400.000 orang.

Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadir

Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir langsung di tengah-tengah massa buruh di Monas untuk mengikuti puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyatakan bahwa kehadiran Presiden merupakan simbol komitmen pemerintah dalam merangkul aspirasi pekerja.

"Pemerintah ingin menegaskan bahwa posisi negara bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama mereka. Kehadiran Presiden adalah bentuk penegasan bahwa negara hadir sebagai pelindung hak pekerja sekaligus penjaga stabilitas lapangan kerja," ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Mengingat adanya mobilisasi massa dalam jumlah besar di pusat kota, masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di sekitar area Jakarta Pusat pada 1 Mei 2026 diimbau untuk:

- Memantau Rekayasa Lalu Lintas: Hindari ruas jalan di sekitar Monas, Medan Merdeka, dan jalur protokol Sudirman-Thamrin.
- Gunakan Transportasi Umum: Manfaatkan KRL atau MRT untuk menghindari kemacetan panjang akibat penutupan jalan.
- Antisipasi Keamanan: Tetap waspada dan ikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama selama hari libur nasional. (*)

Editor : Agung Trihandono
#surat keputusan bersama #may day #Ceposonline.com