Bantuan Kepada Warga Terdampak Longsor di Tembagapura Telah Disalurkan

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem yang melumpuhkan Distrik Tembagapura.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengonfirmasi bahwa bantuan logistik telah dikirimkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak Selasa 28 April 2026 untuk menyasar warga yang terisolasi akibat tanah longsor.
“Kami juga berikan bantuan kepada mereka yang terisolasi, sudah jalan,” ujar Johannes saat ditemui pada Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan bahwa tim teknis kini tengah berada di lokasi bencana untuk memetakan risiko serta menyusun strategi mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas.
“Tim kita sudah naik untuk lihat semua keluhan-keluhan yang ada di sana,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Sabtu 25 April 2026 ini telah merusak akses utama jalan Waa Banti–Kimbeli.
Kondisi di lapangan dilaporkan kian mengkhawatirkan setelah longsor susulan terjadi pada Senin malam 27 April 2026 tepat di depan Rumah Sakit (RS) Waa Banti.
Fasilitas kesehatan vital tersebut kini berada di ujung tanduk karena bibir longsor hanya menyisakan jarak sekitar lima meter dari fondasi bangunan.
Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengungkapkan bahwa dua rumah adat Honai telah hanyut tersapu luapan air, sementara empat lainnya dalam kondisi miring dan terancam ambruk.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu menjadi pemicu utama longsor di wilayah tersebut,” kata Firman.
“Senin malam kembali terjadi longsor susulan di depan rumah sakit. Ini informasi yang kami terima pagi tadi,” ujarnya.



