Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Prabowo: Kepintaran Jangan Jadi Alat Tutupi Korupsi dan Tipu Rakyat

Yohanes Palen • Kamis, 30 April 2026 | 10:34 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Presiden RI, Prabowo Subianto.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Presiden Prabowo Subianto mengajak para teknokrat, ilmuwan, insinyur, dan akademisi di Indonesia untuk berdiri di garda depan dalam membangun bangsa serta memastikan kekayaan negara benar-benar dinikmati oleh rakyat.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026). 

"Kepintaran dan keahlian harus digunakan untuk memperkuat bangsa, bukan justru menjadi alat untuk menipu rakyat atau melindungi praktik korupsi,"ucap Prabowo dikutib dari detik.com.

Prabowo menyerukan agar para intelektual menjadi bagian dari perjuangan nasional dengan semangat patriotisme dan keberpihakan kepada rakyat.

“Sekarang saatnya para teknokrat, ilmuwan, insinyur, profesor menjadi pembela rakyat, menjadi bagian dari perjuangan bangsa,”tegas Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual merupakan amanah besar yang harus dipakai untuk kemajuan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Menurut Prabowo, praktik penyalahgunaan keahlian untuk menutupi korupsi, perampokan sumber daya, hingga memperkaya pihak asing merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan nasional.

Presiden menegaskan dirinya tidak memiliki kebencian terhadap bangsa lain, namun menolak jika kekayaan alam Indonesia terus mengalir keluar negeri tanpa memberi manfaat besar bagi rakyat.

“Kita tidak membenci bangsa lain, tetapi kita tidak ingin rakyat kita terus hidup dalam kemiskinan karena kekayaan bangsa mengalir keluar,”ujarnya.

Prabowo juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi orang-orang cerdas yang tidak memiliki semangat patriotisme.

Baginya setiap individu memiliki pilihan untuk berpihak kepada rakyat atau kepentingan lain.

Selain itu, Prabowo menyoroti pengelolaan sumber daya alam nasional yang selama ini dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan bangsa. 

Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang telah mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari konsesi tambang, perkebunan, hingga dukungan kredit dari bank pemerintah, tetapi hasil usahanya justru tidak kembali untuk memperkuat perekonomian nasional.

Prabowo menilai pola seperti itu tidak boleh terus berlanjut karena bertentangan dengan cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Melalui proyek hilirisasi yang tengah dijalankan, pemerintah berupaya memastikan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia bisa diolah di dalam negeri, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak jajaran Kabinet Merah Putih dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja dengan hati dan penuh komitmen demi masa depan bangsa.

"Indonesia saat ini memiliki peluang emas untuk mengelola kekayaan alam secara mandiri dan berdaulat, asalkan seluruh elemen bangsa bersatu dan bekerja untuk kepentingan rakyat,"tutup Prabowo. (*).

Editor : Yohanes Palen
#presiden #Presiden RI #Ceposonline.com #prabowo