Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Harga Avtur Naik Tajam, Presiden Prabowo Malah Turunkan Biaya Haji 2026 

Weny Firmansyah • Jumat, 10 April 2026 - 16:21 WIB
Jemaah Haji ketika tiba di tanah suci. (MEDIA CENTER HAJI)
Jemaah Haji ketika tiba di tanah suci. (MEDIA CENTER HAJI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Jika kenaikan harga avtur yang sebelumnya dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan biaya haji, Presiden Prabowo Subianto justru mengumumkan kebijakan penurunan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta. 

 Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga avtur yang cukup tajam, dari Rp 13.656 per liter menjadi Rp 23.551 per liter. 

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi rakyat, termasuk jamaah haji, agar tidak terbebani oleh lonjakan biaya operasional penerbangan.

“Yang sudah kita putuskan adalah, pelaksanaan haji tahun 2026 ini kita pastikan biayanya turun sekitar Rp2 juta, kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah Arab Saudi,” ujar Prabowo sebagaimana dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com.


Kenaikan harga avtur dipicu oleh dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan haji. 


Maskapai nasional Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Indonesia harus menanggung biaya tambahan besar, sementara maskapai Arab Saudi juga melaporkan adanya kenaikan beban biaya.


Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat hingga lapisan terbawah. 


“Walaupun harga avtur naik, kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Presiden tidak ingin jamaah terbebani. 

“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” ujarnya.

Dahnil menambahkan bahwa pemerintah terus mengkaji solusi atas lonjakan biaya operasional, termasuk pasokan makanan haji dan efisiensi penerbangan. 

Hal ini dilakukan agar jamaah tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap kenaikan biaya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#haji #Prabowo Subianto