Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Nasib Ajag, Anjing Hutan Indonesia Terancam Punah

Abdel Gamel Naser • 2026-02-13 10:20:47

 

Hampir Punah: Ajag, Satwa liar khas Indonesia yang kini terancam punah dan membutuhkan perlindungan habitat lebih kuat.
Hampir Punah: Ajag, Satwa liar khas Indonesia yang kini terancam punah dan membutuhkan perlindungan habitat lebih kuat.

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Nasib ajag, anjing hutan khas Indonesia, kian memprihatinkan. Populasinya dilaporkan terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir hingga kini masuk dalam daftar satwa hampir punah.

Ajag merupakan anjing liar yang tersebar di sejumlah pulau, seperti Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Seperti dilansir Radar Surabaya.Id, di habitat aslinya, satwa ini berperan sebagai predator puncak yang membantu mengendalikan populasi hewan lain sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Secara fisik, ajag memiliki ciri bulu cokelat kemerahan. Bagian dagu, leher, dan perut berwarna putih, sementara ujung ekornya hitam.

Tubuhnya ramping namun kuat, dengan panjang sekitar 90 sentimeter dan ekor 40–45 sentimeter. Bobotnya berkisar 17–21 kilogram, sedikit lebih kecil dibanding anjing German Shepherd. Penurunan populasi ajag terutama dipicu hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan, pembukaan perkebunan, serta aktivitas pertambangan. Perburuan dan konflik dengan manusia juga memperparah ancaman terhadap spesies ini.

Peneliti mencatat, laporan kemunculan ajag di luar kawasan hutan kian jarang. Hasil observasi lapangan menunjukkan satwa tersebut kini lebih banyak ditemukan di hutan yang masih relatif utuh dan minim aktivitas manusia. Pakar konservasi mengingatkan, tanpa langkah pelestarian yang serius, ajag berisiko mengalami penurunan populasi lebih tajam. Perlindungan habitat dan perluasan kawasan konservasi dinilai menjadi prioritas utama.

Sejumlah lembaga lingkungan pun terus melakukan berbagai upaya penyelamatan, mulai dari pemantauan populasi, penguatan penegakan hukum, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ajag. (naa/fir)

Editor : Abdel Gamel Naser
#indonesia #anjing #Ceposonline.com #hewan punah #Ajag