Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tak Puas DPS, Pleno KPU Lanny Jaya Ricuh

Administrator • Selasa, 20 Maret 2018 | 16:33 WIB
Photo
Photo

Keempat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika Periode 2018-2023 saat mengikuti konvoi kampanye Pilkada damai bersama para simpatisan dan pendukungnya yang diselenggarakan KPU Mimika, Selasa (20/3) kemarin.


Paslon dan Simpatisan Deklarasikan Kampanye Damai


* Meskipun Terlambat, Deklarasi Damai Berlangsung Tertib


TIMIKA – Setelah tertunda lebih dari satu bulan dari agenda nasional, Deklarasi Kampanye Pilkada Damai di Mimika akhirnya sukses dilaksanakan pada Selasa (20/3) kemarin. Deklarasi diikuti keempat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Yakni pasangan nomor urut 1 Petrus Yanwarin – Alpius Edowai (PETRALED), pasangan nomor urut 2 Robertus Waropea – Albert Bolang (RnB), pasangan nomor urut 3 Wilhelmus Pigai – Athanasius Allo Rafra (MUSA) dan pasangan nomor urut 4 Hans Magal – Abdul Muis (HAM), bersama para pendukung dan simpatisan para pasangan calon.


Deklarasi dibuka dengan konvoi kendaraan bermobil melewati sejumlah ruas jalan di Timika dengan mengambil start dari Tugu Perdamaian Timika Indah ke Jalan Budi Utomo menuju Jalan Cendrawasih, lalu melalui Jalan Yos Sudarso untuk masuk ke Jalan Trikora. Dari Jalan Trikora konvoi dilanjutkan melalui Jalan Ahmad Yani hingga menembus Jalan Leo Mamiri lalu keluar ke Jalan Yos Sudarso. Nantinya rombongan akan memasuki Jalan Hasanuddin dan kembali ke Jalan Budi Utomo dan finish di Lapangan Timika Indah.


Kendaraan pembuka konvoi dinaiki oleh Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal dan Ketua Panwaslu Mimika, Tony Lehander Agapa didampingi komisioner masing-masing. Dibelakangnya, kendaraan konvoi berbaris sesuai urutan paslon. Sesuai dengan persetujuan rapat koordinasi di Kantor KPU Mimika pada Senin (19/3) malam, disetujui bahwa semua Paslon harus menaiki kendaraan terbuka. Hal tersebut agar masyarakat Mimika dapat langsung melihat para paslon yang akan dipilihnya pada Juni mendatang.


Usai kembali ke Lapangan Timika Indah, deklarasi dimulai dengan doa yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.


Mewakili Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto, Danramil Timika, Kapten Inf Heru mengatakan, ketertiban wilayah harus terus diperhatikan oleh setiap Paslon dan para simpatisan serta pendukungnya. Selain itu, meneruskan pesan Dandim, Kapten Heru menyatakan acara deklarasi diharapkan dapat dimaknai dengan benar. “Pesan lainnya ialah agar pelaksanaan kampanye nantinya, tidak ada paslon atau simpatisannya yang menjelekkan atau memprovokasi juga melakukan hal-hal  yang tidak baik,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panwaslu Mimika, Tony Lehander Agapa menyampaikan bahwa pihaknya hanyalah wasit dalam penyelenggaraan Pilkada. Ia juga mengharapkan ketertiban dan kedamaian berlangsungnya Pilkada dapat terselenggara dengan lancar hingga pemilihan pada Juni mendatang. “Kepada pemain atau paslon yang ada, suatu saat ada kesalahan atau ada peluit berbunyi dari wasit, jangan tanyakan langsung kepada kami, tapi tanya dulu kepada pelatihnya (kuasa hukum atau ketua tim pemenangan),” jelas Tony.


Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal menyampaikan KPU Mimika mengedepankan transparansi, independensi dan akuntabilitas. Deklarasi kampanye damai sebagai estafet awal, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika diharapkan mengisi kampanye-kampanye terbuka tanpa menimbulkan masalah. Meskipun bersifat umum dan rahasia, diharapkan Pilkada juga jujur dan adil. “Siapapun pasangan yang terpilih harus betul-betul mengedepankan kepemimpinannya untuk 18 distrik, 19 kelurahan dan 133 kampung,” terang Ocepina.


Usai pendeklarasian kampanye damai tersebut, Ketua KPU Mimika yang dimintai keterangannya mengakui keterlambatannya dari agenda nasional yang ditetapkan KPU RI. Penetapan calon juga diakuinya mengalami keterlambatan. “Selain itu juga adalah desain APK (Alar Peraga Kampanye, Red) dari Paslon hingga hampir dua Minggu. Kami bawa ke Jayapura tapi masih ada beberapa kesalahan,” jelas Ocepina.


Selain itu Ocepina menjelaskan pihaknya juga menghadapi beberapa sidang. Ada enam sidang yang dihadapinya antara lain yakni, dua di PT TUN, dua di DKPP dan dua PTUN Jayapura. “Itu menyita waktu kita. Tapi kita berupaya dan akhirnya hari ini bisa kita laksanakan deklarasi kampanye damai ini,” sambungnya.


Ia menjelaskan dari 171 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak, khususnya Mimika, tingkat kerawanannya nomor satu. Namun dengan dukungan masyarakat untuk melewati tahap-tahap yang ada, deklarasi kampanye damai akhirnya tetap berlangsung dengan lancar dan damai. “Saya mengharapkan terkait untuk keamanan itu menjadi tanggungjawab kita semua. Suksesnya pesta demokrasi ini, kita harus menjaga sampai dengan semua ini bisa selesai,” tutupnya.


Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Mimika juga membacakan surat pernyataan bahwa dirinya akan bersikap dengan netral, meskipun ia mengakui di depan para Paslon dan massa yang ada di Lapangan Timika Indah, dirinya adalah adik kandung dari Paslon nomor Urut 4 yakni Hans Magal. Namun hal ini dipastikannya tidak akan mengganggu netralitas dan independensinya.


Dalam kegiatan tersebut juga ditandangani nota kesepahaman terkait Deklarasi Kampanye Damai oleh 4 Paslon yang ada. Penandatanganan juga dilakukan oleh Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan dari masing-masing paslon. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan untuk menandatangani spanduk yang disediakan guna berkomitmen menjaga Pilkada tetap berlangsung aman. (dcx)

Editor : Administrator