Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya, Bekali Ratusan Perempuan Menjadi Unik, Berfungsi, dan Teladan

Theresia F. Tekege • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:59 WIB
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)

CEPOSONLINE.COM — NABIRE – Ratusan perempuan dari berbagai kalangan jemaat (Umat) di dedominasi gereja-gereja di Kabupaten Intan Jaya mengikuti Camp Pembinaan Wanita Bijak yang berlangsung di GKII Antiokhia Sugapa pada 16–19 Juni 2026.

 

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi sarana pembinaan bagi perempuan untuk memahami keunikan dirinya, menjalankan fungsi dan peran dengan baik, serta menjadi teladan di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

 

Camp Pembinaan Wanita Bijak merupakan hasil kerja sama antara TP PKK Kabupaten Intan Jaya yang diketuai Nelli E. Kudiai Maisini dan Wanita Bijak Nabire. Mengusung tema “Melalui Keunikannya, Wanita Berfungsi dan Menjadi Teladan,” kegiatan ini menghadirkan sejumlah fasilitator dan pemateri dari Wanita Bijak Nabire untuk mendampingi para peserta selama mengikuti proses pembinaan.

 

Ketua Wanita Bijak Nabire, Victorina Samberubun, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan pembinaan ini bertujuan membantu perempuan memahami identitas dan nilai dirinya sebagai pribadi yang unik.

Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)

 “Tujuan dari pembinaan Wanita Bijak ini pertama untuk membawa wanita mengerti keunikan dari diri wanita itu sendiri,” ujar Victorina.

 

Menurutnya, pemahaman terhadap jati diri menjadi fondasi penting bagi seorang perempuan dalam menjalankan tanggung jawabnya di berbagai aspek kehidupan.

 

“Kemudian yang kedua, mengajar wanita tentang bagaimana mereka memainkan fungsi dan peran dalam rumah tangga, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

 

Lebih jauh, Victorina menjelaskan bahwa pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan diri, tetapi juga bertujuan membentuk perempuan yang mampu menjadi contoh bagi orang lain.

Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)

 “Target akhirnya adalah supaya wanita itu menjadi teladan bagi wanita-wanita lain di luar sana,” katanya.

 

Selama camp berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mereka tentang kehidupan perempuan. Pada hari pertama, peserta menerima materi Prakem dan Mutiara yang Ditemukan. Sementara pada hari kedua, materi yang dibahas meliputi Problem Emosi Wanita, Tiga Dosa Hawa, dan Satu Kapal Dua Kapten.

 

Agar materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta, penyelenggara mengemas setiap sesi secara interaktif melalui permainan, lagu-lagu, diskusi kelompok, hingga sesi berbagi pengalaman.

 

Sekretaris Wanita Bijak Nabire, Maria Eka Purnami Kana, yang juga menjadi salah satu fasilitator dalam Camp Pembinaan Wanita Bijak, mengatakan metode tersebut dipilih agar peserta tetap antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.

Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)

 “Kami membuat materi semenarik mungkin supaya peserta tertarik dan tidak merasa bosan. Karena itu penyampaian materi diselingi dengan games, lagu-lagu, diskusi kelompok, dan berbagai aktivitas interaktif lainnya,” jelas Maria.

 

Menurut Maria, salah satu tantangan dalam kegiatan tersebut adalah perbedaan kemampuan berbahasa peserta. Karena itu, panitia menghadirkan penerjemah agar seluruh peserta dapat memahami materi yang diberikan.

 

“Di Intan Jaya ini kami memerlukan penerjemah karena banyak mama-mama yang menjadi peserta bahasa Indonesianya belum lancar. Supaya mereka bisa memahami inti materi dan menerima manfaat dari setiap materi yang diberikan, maka kami menggunakan penerjemah,” ujarnya.

 

Selain mendapatkan materi pembinaan, para peserta juga disambut dengan berbagai pesan motivasi yang dipasang di dalam gedung gereja. Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya karakter, keteladanan, dan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai kebenaran.

 

Beberapa kutipan yang terpampang di antaranya berbunyi, “Di balik suami yang berhasil, ada isteri yang bijak,” “Satu teladan lebih berdampak daripada 1.000 kata-kata,” dan “Dosa adalah dosa, dosa bukan kelemahan, setiap dosa pasti ada akibatnya.” Selain itu, terdapat pula pesan “Kebenaran Memerdekakan Setiap Wanita” yang mengajak peserta untuk hidup dalam kebenaran dan menjadi berkat bagi sesama.

Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)
Para Peserta Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya saat mengikuti materi hari kedua di Gereja GKII Antiokhia Sugapa, Intan Jaya. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS TP PKK For CEPOS)

Maria berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga hari terakhir karena setiap materi yang diberikan saling berkaitan dan membentuk satu proses pembelajaran yang utuh.

 

“Kami sangat berharap semua peserta yang sudah mengikuti dari hari pertama dapat menyelesaikan sampai hari keempat. Karena setiap sesi saling berkaitan satu dengan yang lain. Kalau ada yang tidak mengikuti satu hari atau satu sesi saja, pasti akan merasa rugi sekali,” tutur dia.

 

Melalui Camp Pembinaan Wanita Bijak ini, para perempuan di Intan Jaya diharapkan semakin memahami bahwa mereka adalah pribadi yang unik dan berharga, mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan bijaksana, serta menjadi teladan yang membawa dampak positif bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

 

l Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen TP PKK Intan Jaya dan Wanita Bijak Nabire dalam mendukung penguatan kapasitas perempuan Papua agar semakin berdaya dan berpengaruh positif di


lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Lucky Ireeuw
#Nabire Papua Tengah #TP PKK #Ceposonline.com