Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah, Pemerintah Manfaatkan Untuk Penataan SPPG

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (Ceposonline.com/ANTARA FOTO/ Bayu Pratama
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (Ceposonline.com/ANTARA FOTO/ Bayu Pratama

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - 
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk melakukan penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan evaluasi secara menyeluruh.

Advertisement

Kepala Bakom Muhammad Qodari menyampaikan selama masa libur sekolah operasional SPPG dihentikan sementara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan SPPG dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Karena masa liburnya cukup panjang jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata Qodari melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Qodari menjelaskan evaluasi rutin terhadap kualitas SPPG, seperti kondisi fasilitas, proses masak, standar kebersihan dan kesehatan, hingga kualitas pangan terus berjalan.

Advertisement

Dari hasil evaluasi, lanjut Qodari, SPPG akan dibagi menjadi beberapa tingkatan kelas. SPPG dengan kualitas lebih baik akan mendapatkan insentif lebih besar.

"Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG. Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya. Jadi angka insentifnya tidak akan sama," terangnya.

Ia menambahkan, BGN juga telah menyiapkan berbagai langkah lain untuk meningkatkan tata kelola program MBG. Mulai dari moratorium pembangunan SPPG baru hingga penghitungan ulang insentif untuk SPPG.

Advertisement

Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengaudit total dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah dan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak layak serta tak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan, langkah tersebut bertujuan meningkatkan standar keamanan pangan, kualitas layanan, dan tata kelola program prioritas peningkatan gizi nasional itu.

Ia menegaskan, setelah data penerima manfaat sudah tepat, maka BGN akan menata ulang insentif untuk SPPG yang akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan indikator lain seperti kualitas makanan yang disajikan.

Agustina menambahkan kemungkinan menggabungkan SPPG sebagai bagian dari proses penyesuaian atau refocusing, dan menetapkan insentif dari masing-masing dapur MBG. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Hasil Lab Ungkap Buah Naga Mengandung Bakteri, Satgas Minta SPPG Perbaiki SOP MBG

Hasil Lab Ungkap Buah Naga Mengandung Bakteri, Satgas Minta SPPG Perbaiki SOP MBG

Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MB

Bangga! SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Bangga! SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Keerom, Polda Papua menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangka

Satgas MBG Papua Barat Daya Dorong SPPG Gunakan Bahan Pangan Lokal

Satgas MBG Papua Barat Daya Dorong SPPG Gunakan Bahan Pangan Lokal

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua Barat Daya didorong untuk memaksimalkan penggunaan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer