Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Stok Aman, Distribusi Belum Maksimal: Bulog Nabire Akui Terkendala Akses Pesawat dan Medan

Theresia F. Tekege • Senin, 4 Mei 2026 | 19:54 WIB
Kepala Bulog Nabire, Abdul Azis. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala Bulog Nabire, Abdul Azis. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
 
CEPOSONLINE.COM — NABIRE – Ketersediaan stok beras di Bulog Cabang Nabire dipastikan aman untuk tiga bulan ke depan, namun distribusi bantuan pangan ke sejumlah wilayah masih belum maksimal akibat kendala akses pesawat, kondisi medan, dan cuaca.

Kepala Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, menyebutkan hingga saat ini stok beras di gudang mencapai sekitar 1.800 ton dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok di kantor cabang Nabire sampai hari ini kurang lebih 1.800 ton. Untuk kebutuhan tiga bulan ke depan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Azis usai menerima kunjungan dari DPR RI di Kantor Bulog Nabire, Senin, (4/5/2026).

Meski stok mencukupi, proses penyaluran bantuan pangan masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan, terutama akses jalan dan cuaca yang tidak menentu.

“Kemarin saat penyaluran perdana ke Paniai, saya turun langsung. Memang akses jalannya cukup sulit, apalagi saat curah hujan tinggi sehingga perjalanan terhambat,” jelasnya.

Bulog Cabang Nabire melayani distribusi ke lima kabupaten, yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Untuk wilayah Dogiyai, distribusi dijadwalkan berlangsung setelah koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan keamanan dan kelancaran.

“Kami sudah komunikasikan dengan pemerintah kabupaten untuk mencari waktu yang tepat agar distribusi berjalan aman,” katanya.

Terkait keamanan, Abdul Azis memastikan proses distribusi sejauh ini berjalan kondusif tanpa gangguan.

 

“Selama ini proses pendistribusian aman, belum ada gangguan. Harapannya ke depan tetap kondusif agar masyarakat bisa menerima bantuan dengan baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, distribusi ke Kabupaten Intan Jaya menjadi tantangan tersendiri karena harus menggunakan jalur udara. Dengan kuota sekitar 500 ton dan keterbatasan jumlah penerbangan, proses penyaluran membutuhkan waktu lebih panjang.

 

“Untuk Intan Jaya, karena menggunakan pesawat, jumlah penerbangan per hari terbatas. Sementara kuotanya besar, sehingga kami berharap ada penambahan waktu penyaluran, apalagi batas waktu saat ini sampai akhir Mei,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan, seluruh biaya operasional distribusi melalui jalur udara ditanggung oleh Bulog tanpa subsidi dari pemerintah daerah, meskipun terdapat tantangan kenaikan harga avtur.

 

“Operasional ditanggung Bulog, tidak ada subsidi dari Pemda karena ini bantuan pusat. Memang kenaikan harga avtur berdampak, tapi distribusi tetap berjalan,” tegas Abdul Azis.

 

Hingga saat ini, penyaluran ke Intan Jaya telah mencapai sekitar 50 ton, dengan progres pengeluaran dari gudang menuju bandara mencapai hampir 50 persen.

 

Abdul Azis berharap adanya perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan, agar distribusi bantuan pangan ke depan dapat berjalan lebih lancar.

 

“Harapannya kalau akses jalan diperbaiki, distribusi ke depan bisa lebih lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#beras #Ceposonline.com #NABIRE