Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Amungsa FC Pulang Lebih Awal di Piala Presiden U-12 

Wahyu Welerubun • Selasa, 7 Juli 2026 | 15:12 WIB
Tim SSB Amungsa FC sesaat sebelum bertanding melawan AGAS, tim asal Sumatera. (Foto: Istimewa).
Tim SSB Amungsa FC sesaat sebelum bertanding melawan AGAS, tim asal Sumatera. (Foto: Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Langkah Sekolah Sepak Bola (SSB) Amungsa FC harus terhenti lebih awal di fase grup turnamen Piala Presiden U-12 yang digelar di Yogyakarta mulai tanggal 6 hingga 12 Juli 2026. 

Wakil Provinsi Papua Tengah ini mengepak koper setelah hanya mampu mengemas satu kemenangan dari tiga laga yang dilakoni. 

Namun, bagi manajemen tim, hasil minor di papan skor ini bukanlah akhir dari segalanya. 

Kompetisi nasional ini justru diletakkan sebagai fondasi awal untuk mematenkan cetak biru pembinaan pesepak bola usia dini di bumi cenderawasih.

Manajer SSB Amungsa FC, Irfan Irianto, tidak menampik bahwa sempitnya waktu persiapan menjadi ganjalan utama skuadnya tampil meledak. 

Proses seleksi pemain hingga pemusatan latihan (training center) hanya memakan waktu kurang dari dua pekan. 

Durasi yang sangat mepet itu berjalan kilat tepat setelah turnamen lokal pra-kualifikasi selama empat hari di Timika usai digelar. Kendati demikian, Irfan enggan berlindung di balik alasan tersebut.

Pada laga pembuka, mental bertanding anak-anak Papua langsung diuji saat dipaksa menyerah kalah dengan skor telak 0-5 oleh tim asal Boyolali.

Evaluasi cepat sempat membuahkan hasil pada laga kedua. Amungsa FC bangkit dan menunjukkan karakter pantang menyerah khas Papua saat menumbangkan Akademi Persela Lamongan lewat drama hujan gol yang berakhir dengan skor tipis 6-5. 

Sayang, napas panjang mereka harus terhenti di laga penentu. Amungsa FC takluk 0-3 dari tim Agas asal Sumatra, yang sekaligus mengunci perolehan poin mereka di angka tiga dan menutup pintu ke babak gugur.

​Alih-alih meratapi kegagalan, manajemen langsung bergerak cepat melakukan evaluasi taktis. Fokus kini dialihkan pada program jangka panjang. 

Irfan menegaskan, komitmen manajemen saat ini adalah mematenkan struktur pembinaan untuk kelompok umur U-10 dan U-12 agar memiliki kedalaman skuad yang matang saat kompetisi nasional berikutnya bergulir.

"Turnamen di Yogyakarta dipandang bukan sebagai akhir, melainkan sebuah kesempatan krusial bagi para pemain muda Papua untuk memetik pengalaman bertanding di level tertinggi," ujar Irfan saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa, 7 Juli 2026.

Misi menyelamatkan masa depan talenta muda Papua ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. 

Selain memfasilitasi seluruh akomodasi dan operasional tim selama di Yogyakarta, dukungan jenderal bintang satu ini berakar pada visi besar, yakni melahirkan generasi baru pesepak bola modern dari Mimika dan wilayah Papua Tengah yang nantinya mampu menembus skuad Garuda di kancah internasional.

​Kini, petualangan di Yogyakarta telah usai. Skuad Amungsa FC dijadwalkan segera terbang kembali ke Papua. Bukan untuk berlibur, melainkan untuk kembali masuk ke lapangan hijau guna memulai program pemusatan latihan berkala yang lebih tertata.

(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#Ceposonline.com #sepakbola