CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika berencana menghidupkan kembali Pasar Tradisional Mapurujaya di Distrik Mimika Timur.
Pasar tersebut kini telantar. Aktivitas perdagangan terhenti total selama hampir satu tahun, justru setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika selesai melakukan renovasi.
Kondisinya juga sangat memprihatinkan. Bangunannya kosong, kotor, dan tidak terawat.
Padahal, pemerintah daerah sebelumnya sudah mengucurkan anggaran untuk perbaikan fisik, termasuk menimbun halaman parkir pasar. Namun, operasional pasar hanya berjalan seumur jagung.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut ada tindakan pemborosan anggaran. Ia menyoroti kebiasaan buruk pemerintah yang terus melakukan renovasi tahun demi tahun tanpa ada pemanfaatan yang jelas.
Menurut analisisnya, kegagalan operasional pasar dipicu oleh buruknya aksesibilitas, terutama tidak adanya jalur transportasi umum yang menjangkau lokasi pasar.
Sebagai solusinya, Pemerintah Kabupaten Mimika akan membangun terminal baru di kawasan tersebut.
"Jadi kita harapkan dalam waktu dekat ini semua jalan, saya akan buat rapat koordinasi mingu depan untuk langsung kita selesaikan ini. Yang pertama pengamanan harus kita siapkan di sini (Pasar Mapurujaya) untuk kita cepat dan tetap harus jaga," kata Johannes saat ditemui wartawan, Sabtu, (30/5/2026)
Pemerintah juga berencana memperluas fungsi kawasan tersebut. Lahan kosong yang luas di sekitar pasar akan dimanfaatkan untuk membangun Pos Pemadam Kebakaran wilayah Mimika Timur.
Penataan ulang ini merupakan bagian dari gerakan bersih-bersih dan inventarisasi aset daerah yang telantar. Johannes bahkan tengah melacak sejumlah aset gedung pemerintah lainnya di sekitar bundaran distrik yang dilaporkan raib.
Dalam rencana reaktivasi kali ini, Pemerintah Kabupaten Mimika mengubah strategi dengan merombak konsep pasar menjadi pasar ikan terpusat.
(*).