CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Resor Mimika tengah memburu kelompok beranggotakan sekitar 16 orang tidak dikenal yang diduga melakukan aksi perampokan, penganiayaan, dan penyanderaan terhadap satu keluarga.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Kali Wania, Jalan Tenas DWJ SP 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu sore, 24 Mei 2026.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menjelaskan bahwa insiden bermula saat satu keluarga tiba di lokasi kejadian menggunakan mobil pikap untuk berenang.
Secara tiba-tiba, belasan orang bersenjata tajam jenis parang dan panah keluar dari semak-semak untuk menghadang kendaraan korban.
“Korban ini satu keluarga baru tiba di TKP, kemudian keluar dari semak-semak sekitar 16 OTK dan terjadilah aksi kejahatan itu,” ungkap Kapolres pada Jumat.
Para pelaku langsung mengepung mobil, kemudian merampas telepon genggam dan barang-barang pribadi milik korban.
Situasi memburuk saat dua pelaku memaksa korban turun dari kendaraan dan menyeret mereka ke sebuah rumah kosong di sekitar lokasi kejadian.
Korban akhirnya berhasil meloloskan diri dari sekapan dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Mimika.
Pihak kepolisian saat ini juga tengah mendalami dugaan adanya tindak kekerasan seksual yang menimpa korban perempuan dalam insiden tersebut.
Namun, proses investigasi mendalam masih terkendala karena kondisi psikologis para korban yang belum stabil.
“Korban ada tiga perempuan. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga karena korban belum bisa dimintai keterangan akibat trauma,” jelasnya.
Selain fokus pada trauma korban, penyidik kepolisian juga memeriksa seorang pria yang menjadi korban penganiayaan di lokasi yang sama.
Pria tersebut dihadang oleh sekelompok orang saat melintas di kawasan Kali Wania dan kini harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Polisi sedang mengusulkan keterkaitan antara kedua insiden tersebut.
“Ada satu orang lain yang juga kami mintai keterangan. Dia sempat dihadang dan dianiaya di lokasi. Kami masih mendalami apakah ada kaitannya dengan kelompok 16 OTK tersebut atau tidak,” tutupnya. (*)