Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Sejumlah Komoditas di Pasar Sentral Timika Naik Harga Menjelang Idul Adha

Wahyu Welerubun • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:02 WIB
Pedagang Pasar Sentral Timika sedang melayani seorang pembeli, di Lapak miliknya, Rabu (20/5/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Pedagang Pasar Sentral Timika sedang melayani seorang pembeli, di Lapak miliknya, Rabu (20/5/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pergerakan harga sejumlah barang pokok dan komoditas sayuran di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, mulai merangkak naik.

Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Mimika disinyalir menjadi pemicu utama terhambatnya pasokan dari petani lokal. 

Ece, salah satu pedagang di Pasar Sentral Timika, mengungkapkan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada kelompok sayur-sayuran dan komoditas cabai tertentu. 

Menurutnya, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini sangat memengaruhi kuantitas dan kualitas barang baku yang mereka terima.

"Bagaimana hujan terus, jadi apa tidak mahal sayur. Kan hujan terus toh," ujar Ece saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai keriting dan cabai besar kini menembus angka Rp100.000 per kilogram. 

Sebaliknya, harga cabai rawit terpantau masih relatif landai di angka Rp60.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat berada di atas Rp100.000 per kilogram pra-Lebaran lalu. Untuk cabai hijau, pedagang mematok harga di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Kenaikan harga yang cukup mencekik justru terjadi pada komoditas sayur mayur. Ece merincikan, sawi yang diambil dari petani lokal kini dijual seharga Rp22.000 per kilogram. 

Sayur bayam bahkan mengalami lonjakan tinggi, di mana petani menjualnya dengan harga Rp25.000 per ikat kepada pedagang pasar yang kemudian diecer dengan harga Ro5.000 per ikat berisi lima batang.

"Kangkung sekarang modal ambilnya masih Rp4.000. Yang naik itu buncis, sekarang harganya Rp50.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp30.000. Sekarang modal ambil kami saja sudah Rp45.000," jelas Ece.

Komoditas lain yang juga mengalami lonjakan adalah timun, pare, dan bunga kol. Timun yang biasanya stabil kini diecer dengan harga Rp15.000 per kilogram dan diprediksi bisa menembus Rp20.000 per kilogram dalam beberapa waktu ke depan. 

Pare dan terong juga kompak naik ke angka Rp25.000 per kilogram dari harga normal Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, bunga kol yang didatangkan langsung dari Pulau Jawa dipatok tinggi di angka Rp70.000 per kilogram akibat ongkos logistik luar daerah.

Di sisi lain, kelompok bumbu dapur terpantau bertahan di harga tinggi. Bawang merah masih mandek di angka Rp70.000 per kilogram dan belum menunjukkan tanda-taman penurunan. 

Bawang putih dijual bervariasi di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram tergantung kualitas, sedangkan bawang bombay relatif stabil di angka Rp60.000 per kilogram.

Meski mayoritas komoditas melonjak, beberapa barang pokok terpantau masih stabil dan bahkan mengalami penurunan. 

Harga tomat, misalnya, kini berangsur turun ke angka Rp30.000 per kilogram. Adapun komoditas seperti kol, wortel, dan kentang terpantau bertahan normal di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Para pedagang memproyeksikan fluktuasi harga ini masih akan terus terjadi mendekati hari raya kurban, terlebih jika kondisi cuaca dan jalur distribusi pengiriman barang belum kembali membaik.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#tiika #idul adha #mimika #Ceposonline.com #pasar sentral