Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Polsek Mimika Barat Jamin Keamanan Nakes, Layanan Kesehatan di Kapiraya Kembali Beroperasi

Wahyu Welerubun • Senin, 11 Mei 2026 | 11:41 WIB
Anggota Polsek Mimika Barat sedang membantu pembongkaran logistik tenaga kesehatan di Pustu KM 4 Kapiraya, Mimika Barat Tengah. (Ceposonline.com/ Istimewa). 
Anggota Polsek Mimika Barat sedang membantu pembongkaran logistik tenaga kesehatan di Pustu KM 4 Kapiraya, Mimika Barat Tengah. (Ceposonline.com/ Istimewa). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Sinergi antara aparat keamanan dan otoritas kesehatan berhasil memulihkan layanan medis bagi masyarakat di wilayah terpencil Kapiraya, Mimika Barat. 

Setelah sempat lumpuh total akibat eskalasi konflik antar-kelompok, Puskesmas Pembantu (Pustu) KM 4 di Distrik Mimika Barat Tengah resmi diaktifkan kembali pada Minggu, 10 Mei 2026. 

Pemulihan akses kesehatan ini menjadi krusial mengingat Pustu KM 4 merupakan tumpuan utama warga lokal. 

Selama masa vakum akibat ketegangan keamanan, masyarakat terpaksa menempuh perjalanan jauh dengan medan geografis yang sulit menuju Puskesmas Uta. 

Kondisi tersebut sempat memicu krisis kesehatan di mana warga mulai kesulitan mendapatkan penanganan medis rutin.

Kapolsek Mimika Barat, Ipda Muhammad Yani, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali layanan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kepolisian, Pemerintah Distrik, dan pihak Puskesmas untuk merespons keluhan warga. 

Kehadiran personel Polsek Mimika Barat dan Koramil di lokasi bertujuan untuk memberikan rasa aman, baik bagi pasien maupun tenaga medis yang bertugas.

“Sebelum terjadi konflik kedua kelompok masyarakat, selama ini pelayanan pembantu kesehatan di KM 4 berjalan dengan baik. Namun karena situasi saat ini ada masalah, maka pelayanan tidak rutin lagi,” ujar Ipda Muhammad Yani, melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Saat ini, empat tenaga kesehatan yang terdiri dari dua bidan dan dua perawat telah kembali bersiaga di Pustu KM 4. 

Pihak keamanan memberikan garansi perlindungan penuh guna memastikan para tenaga medis dapat bekerja tanpa bayang-bayang ketakutan pasca-konflik. 

Langkah ini diambil untuk memastikan hak dasar warga atas kesehatan tetap terpenuhi di tengah situasi pemulihan wilayah.

Meskipun terdapat rencana penarikan personel pengamanan secara bertahap, Ipda Muhammad Yani menegaskan bahwa wilayah Kapiraya akan tetap berada di bawah pengawasan ketat radar keamanan. 

Hal ini dilakukan guna mencegah potensi konflik susulan dan menjaga stabilitas aktivitas sosial-ekonomi di wilayah perbatasan tersebut.

“Dengan situasi yang ada, Kapolsek pastikan situasi aman agar Pustu kembali aktif untuk melayani masyarakat di KM 4 Kapiraya dan sekitarnya. Sehingga pihak puskesmas menerima dengan baik, dan hari ini tanggal 10 Mei 2026 Pustu sudah aktif kembali,” tegasnya.

Sebagai pemegang otoritas wilayah hukum, kolaborasi Polsek dan Koramil menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas di Kapiraya. Komitmen ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjamin keberlanjutan layanan publik di masa mendatang.

“Kami Polsek dan Koramil pastikan situasi aman," pungkasnya.(*)

Editor : Agung Trihandono
#keamanan #mimika #Ceposonline.com #nakes