Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal, Lengan Terluka Disabet Senjata Tajam

Wahyu Welerubun • Senin, 4 Mei 2026 | 09:16 WIB
Foto/ilustrasi begal
Foto/ilustrasi begal

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Kota Timika, Papua Tengah. Faris Rodolfo Nes, seorang pria yang merupakan Staf Ahli Komisi IV DPRK Mimika, menjadi korban pembegalan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Irigasi Ujung, tepat di depan akses masuk Perumahan Rafless 3, pada Senin (4/5/2026) dini hari.

Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras. Sebelum kejadian, Faris diketahui baru saja menyelesaikan aktivitas malamnya dan sempat singgah di rumah seorang rekan untuk meminjam helm.

Berdasarkan keterangan korban, kronologi bermula saat ia bertolak dari Rich Kafe di Jalan Cenderawasih sekitar pukul 00.00 WIT. 

Setelah melintasi Jalan WR. Soepratman dan mengambil helm, ia melanjutkan perjalanan menuju Perumahan Rafless 3. 

Namun, maut nyaris menjemput ketika ia hendak membelokkan kendaraannya ke arah lorong perumahan.

Saat itu, Faris memperlambat laju motornya tanpa menyadari bahwa dua orang pria yang berboncengan dengan menggunakan motor matic hitam telah membuntutinya dari belakang. 

Korban awalnya mengira kedua orang tersebut adalah warga perumahan setempat yang juga hendak pulang.
Tanpa peringatan, satu dari kedua pelaku langsung melayangkan serangan bertubi-tubi menggunakan senjata tajam jenis parang. 

Tebasan pertama menghantam helm korban, sementara serangan kedua menghancurkan spion motor. 

Serangan ketiga mengenai lengan korban, dan sabetan berikutnya sempat mendarat di punggung. Beruntung, jaket mantel tebal yang dikenakannya mampu meredam tajamnya parang, meski lengannya tetap mengalami luka serius.

Pelaku yang berjumlah dua orang dan mengenakan pakaian serba hitam tersebut langsung melarikan diri usai beraksi. 

“Ciri-cirinya pakai baju hitam kurus-kurus, kayaknya anak-anak usia SMP/SMA,” ujar Faris saat dikonfirmasi, Senin pagi. 

Faris mengaku tidak menyadari sejak kapan pastinya ia mulai diikuti oleh para pelaku karena kondisi cuaca dan visibilitas yang terbatas saat hujan.

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka robek yang cukup dalam pada bagian lengan. Faris telah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Mimika. 

“Sudah tadi malam (dapat penanganan medis) 6 jahitan,” katanya. 

“Sebentar saya mau buat laporan polisi,” pungkas Faris. (*)

Editor : Agung Trihandono
#mimika #Ceposonline.com #Begal