CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kampung Keakwa di Distrik Mimika Tengah terpilih menjadi lokasi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1710/Mimika tahun anggaran 2026.
Meski menyandang status sebagai situs sejarah jejak Perang Dunia II, wilayah pesisir di Tanah Amungsa Bumi Kamoro ini dinilai masih tertinggal dan minim perhatian.
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Tengku Jozanda, menyebut keputusan memilih Keakwa diambil setelah dirinya melakukan observasi langsung ke beberapa kampung pesisir. Menurutnya, kondisi infrastruktur dasar di sana sudah sangat memprihatinkan.
"Kemarin saya sempat meninjau ke sana. Kita melihat masyarakat di sana itu sangat butuh perhatian, di pesisir terutama ya, pesisir Keakwa. Jadi ketika saya lihat ke sana, bangunannya sudah sangat tidak layak. Jadi memang harus butuh perhatian khusus kepada masyarakat kita di sana," ujar Tengku saat ditemui awak media, Rabu (22/4/2026).
Tengku menegaskan, rendahnya kualitas hidup di Keakwa dipicu oleh keterbatasan ekonomi yang menjerat warga. Atas dasar itulah, akselerasi pembangunan melalui TMMD dianggap mendesak.
"Nah, di sini (Mimika) salah satu tempat yang memang layak menurut saya, yang memang sangat layak untuk kita bangun, kita peduli sama mereka adalah Keakwa sementara ini," tambahnya.
Dalam program kali ini, Kodim 1710/Mimika menyiapkan agenda pembangunan fisik dan non-fisik. Fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan sanitasi yang selama ini menjadi keluhan warga setempat.
Selain pembangunan lima unit rumah, TNI akan membangun sumur bor dan fasilitas MCK. "Ini sesuai juga dengan permintaan masyarakat yang ada di Kampung Keakwa. Memang ada permintaan dari masyarakat membangun MCK, membangun sumur bor, titik air. Karena mereka memang kekurangan air, airnya air laut. Itu sasaran kita yang utama," kata Tengku.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan kolaborasi ini berjalan lewat sokongan anggaran. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan pihaknya rutin mengalokasikan dana hibah untuk menyokong program TMMD setiap tahun.
Meski tidak merinci besaran angka secara mendetail, Johannes menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui instrumen TNI.
"Intinya Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk pembangunan Mimika ini, salah satunya melalui TMMD ini. Bagaimana caranya kita berkolaborasi. Nanti mereka (TNI) yang inventarisir apa yang dibutuhkan masyarakat, lokasinya di mana ditentukan, tinggal lapor ke Pemda, Pemda ikut membantu kebutuhannya," tutur Johannes.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw