Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kwamki Narama Membara: Satu Warga Tewas dan Sepuluh Lainnya Luka-Luka

Wahyu Welerubun • Jumat, 17 April 2026 | 13:28 WIB
Suasana di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ceposonline.com/Moh. Wahyu Welerubun)
Suasana di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ceposonline.com/Moh. Wahyu Welerubun)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Eskalasi konflik di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali meningkat. Dua kelompok warga, yakni kelompok Newegalen dan kelompok Dang, terlibat bentrok hebat pada Kamis (16/04/2026) yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.


Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, bentrokan tersebut menyebabkan satu orang dari kubu Newegalen meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.


Kabar ini dikonfirmasi oleh Plh. Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (17/04/2026) siang.


“Sejak kemarin sore itu ada korban satu, ada korban jiwa di kubu atas (Newegalen), meninggal satu dan sekitar 10 orang terluka dan sekarang dirawat di RSUD Mimika,” jelasnya.


Korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Tenanal Newegalen. Menurut Ipda Adnan, segera setelah korban dinyatakan tewas, jenazah langsung dikremasi oleh pihak keluarga di lokasi bentrokan pada Kamis sore.


“Langsung dibakar (dikremasi) kemarin sore jam tiga itu di lokasi perang,” imbuhnya.


Hingga saat ini, Ipda Adnan menegaskan bahwa situasi di Distrik Kwamki Narama, khususnya di titik-titik rawan bentrok, masih dalam status siaga satu. Personel keamanan gabungan terus disiagakan untuk mengantisipasi adanya serangan balasan atau pergerakan massa tambahan.


Aparat kepolisian juga terus mengintensifkan patroli serta melakukan langkah-langkah persuasif melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak. Upaya ini dilakukan agar kedua kelompok dapat menahan diri dan mencegah konflik berkepanjangan.


“Patroli dan imbauan kepada masyarakat supaya saling menahan diri sambil kita cari solusi supaya perang ini cepat selesai. Jangan menimbulkan korban baru lagi,” pungkasnya.
(*)

Editor : Weny Firmansyah
#Kwamki Narama #mimika