CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Setelah ditahbiskan menjadi imam baru di Gereja Kathedral St. Fransiskus Xaverius Merauke, Sabtu (20/1/2024), Pastor Stefanus Mahuze, Pr, memimpin misa perdana di Gereja Paroki Sang Penebus, Kampung Baru Merauke, Senin (22/1/2024).
Ribuan umat Katolik Paroki Sang Penebus maupun dari Paroki lainnya mengikuti misa perdana ini. Termasuk mendampingi 2 imam baru lainnya yang ditahbiskan Wilfridus Fallo, Pr, dan Simon Petrus Laian, Pr serta puluhan imam lainnya.
Dalam khotbah perdananya, RD. Stefanus Mahuze mengisahkan bahwa panggilan hidupnya menjadi imam termotivasi oleh karya misionaris yang ditunjukkan oleh para pastor Tarekat MSC, Konggregasi Misionaris Hati Kudus Yesus yang berkarya di wilayah Papua Selatan.
Sejak dia menjadi misionaris di Gereja Paroki Sang Penebus Merauke, dia melihat pastor misionaris MSC melayani umat Katolik dari generasi ke generasi dengan kasih dan kerendahan hati. Stevanus pun mulai belajar dari sejarah Gereja Katolik tentang satu abad karya pelayanan para Misionaris MSC di Selatan Papua.
“Dari situlah saya sadar bahwa Misionaris MSC sudah datang jauh ke sini dan leluhur tanah ini sudah menerima mereka dengan sukacita. Misionaris sudah melayani dari generasi ke generasi.” katanya.
Dikatakan, pengalaman hidup misionaris MSC dalam karya pelayanan di gereja-gereja Katolik, memberi motivasi panggilannya untuk menjadi imam. Stevanus kemudian masuk Seminari Pastor Bonus di Kelapa Lima Merauke.
Perjalanannya menuju imamat, menurutnya, memiliki tantangan dan godaan. Banyak pengalaman sukacita maupun dukacita. Semuanya harus dijalani dengan hati yang lapang dan kerendahan hati.
“Menapaki panggilan Tuhan tidak selamanya enak-enak. Kita harus jatuh bangun dan tidak gampang. Saya pernah gagal dalam studi, sehingga berlama-lama di Yogya. Dari kegagalan itu saya mulai sadar bahwa selama ini saya membangun tembok kesombongan, sehingga saya gagal dan berkali-kali gagal.” katanya.
Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan syukuran bersama umat, diawali dengan pemotongan tumpeng oleh RD Stefanus lalu diserahkan kepada kedua orang tua imam, Sekda Merauke, Tokoh Masyarakat, dan juga kedua rekan imam yang sama-sama ditahbiskan yaitu RD. Wilfridus Fallo dan RD. Simon Petrus Laian.
Ketua Panitia, Fransiskus X. Wombon dalam laporannya mengatakan, tujuan dari resepsi misa perdana imam baru adalah sebagai ungkapan kebahagiaan RD. Stefanus Mahuze dalam misa syukur perdana sebelum memimpin perayaan ekaristi di tempat lain. Selain itu memberikan keteladanan bagi umat khususnya generasi orang asli Papua untuk terpanggil menjadi imam.
Tokoh masyarakat, Johanes Gluba Gebze dan Sekda Merauke, Yeremias Ndiken mewakili Pemkab Merauke mengutarakan ungkapan sukacita bahwa dari banyak yang dipanggil, RD Stefanus salah satu putra asli Papua Selatan yang diurapi melalui tahbisan imamat.(*)
Editor : Weny Firmansyah