CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Terjadi penganiayaan di RSUD Lukas Enembe Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Selasa (5/11/2024).
Hal ini diduga dilakukan oknum pejabat berinisial YY (50) di lingkungan Pemkab Mamberamo Tengah.
Korbannya adalah Dr Yordan Sumomba, salah satu tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Yordan sudah bekerja di RSUD Lukas Enembe Mamberamo Tengah sejak Mei 2021.
Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, sekira pukul 13:35 WIT, oknum pejabat tersebut masuk ke ruangan apotek rumah sakit sembari berteriak "We kam kasih sa obat paracetamol ka, kalian tidak tahu kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3."
Usai teriakan itu, YY masuk ke ruangan korban (ruang dokter-red) mengambil kursi dan melemparnya.
Namun lemparan itu tidak mengenai korban.
Selanjutnya, ia mengambil kayu balok ukuran 5x5 memukul wajah dan punggung korban.
Kejadian itu sontak membuat pasien yang datang berobat langsung melerainya.
Selain memukul tenaga kesehatan, oknum ASN ini juga melakukan perusakan terhadap pembatas ruangan yang terbuat dari kayu dan melempar kaca jendela rumah sakit.
Kejadian ini membuat korban mengalami luka di pipi kanan, luka lecet di punggung dan keluar darah dari hidung.
Korban saat itu sempat dirujuk ke RSUD Wamena.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Dotius Doga membenarkan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan tersebut.
Dan pascakejadian, tak ada pelayanan di RSUD Lukas Enembe.
“Pelayanan umum di rumah sakit ditutup.”
“Namun, pasien dengan keadaan darurat dan ibu melahirkan tetap dilayani,” kata Dotius saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (6/11/2024).
Kadinkes Mamberamo Tengah mengaku tenaga kesehatan masih trauma dengan kejadian kemarin, sebagian dari mereka memilih berada di rumah dan akan datang ke rumah sakit jika ada pasien darurat.
“Untuk dokter yang dianiaya sudah dirujuk ke Makassar,” pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas