Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Di usianya yang semakin senja, Matias Bunai masih memiliki semangat untuk terus bekerja dan menanam.
Bagi petani kopi asal Kampung Diyaikunu, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, setiap pohon kopi yang ditanam bukan sekadar tanaman yang kelak menghasilkan buah, melainkan harapan yang sedang disiapkan untuk masa depan 10 anaknya.
Matias menyadari usianya tidak lagi muda. Namun, keadaan itu tidak membuatnya berhenti memikirkan kehidupan keluarga di masa mendatang. Ia memilih memanfaatkan tanah miliknya untuk mengembangkan tanaman kopi agar kelak anak-anaknya memiliki sumber penghidupan yang bisa diteruskan.
Semangat itulah yang membawanya ikut ambil bagian dalam Festival Kopi Papua Tengah. Untuk pertama kalinya, kopi hasil kebunnya diperkenalkan melalui Stand Kabupaten Nabire dalam Festival Kopi Papua Tengah yang berlangsung di Nabire, Jumat (30/10/2026).
Bagi Matias, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan. Kopi yang selama ini ditanam dan dirawat di kampung akhirnya bisa diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ini pertama kali saya ikut festival. Saya senang karena kopi dari kebun sendiri bisa dipamerkan. Harapan saya, tahun-tahun ke depan festival ini semakin ramai dan kopi kami juga semakin dikenal,” ungkap Matias.
Di Kampung Diyaikunu, Matias mengembangkan kebun kopi di atas tanah miliknya sendiri. Hingga saat ini, ia telah menanam sekitar 700 pohon kopi dan berencana menambah jumlah tanaman tersebut secara bertahap.
Bibit kopi yang ditanamnya merupakan bantuan pemerintah. Bibit tersebut dibawa dari Nabire, kemudian disemai di sekitar rumah sebelum dipindahkan ke kebun.
“Saya mendapat bantuan bibit dari pemerintah. Bibit itu saya bawa, kemudian saya semai di rumah sebelum ditanam. Sekarang sudah sekitar 700 pohon dan ke depan saya mau tambah lagi,” katanya.
Namun, di balik ratusan pohon kopi yang tumbuh di kebunnya, tersimpan alasan yang jauh lebih besar. Matias ingin memastikan 10 anaknya memiliki masa depan yang lebih baik melalui usaha yang mulai dibangunnya sejak sekarang.



