Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, mengungkapkan kesaksiannya atas insiden yang menewaskan dua warga pada Jumat (23/10/2026).
Dalam peristiwa tersebut, Kambara mengalami luka tembak pada lengan kanan. Sementara dua warga lainnya, Masut Serer (25) dan Elkia Kerebea (14), dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem, mengatakan Kambara merupakan pelajar kelas VI sekolah dasar di salah satu sekolah di Kenyam.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada YKKMP, Kambara mengaku tidak pernah terlibat dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Korban anak sekolah, kelas 6 SD di salah satu sekolah di Kenyam. Korban menyampaikan dia tidak pernah terlibat dengan OPM. Dia murni anak sekolah,” kata Theo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (26/10/2026).
Theo menjelaskan, berdasarkan keterangan korban yang selamat, sebelum penembakan terjadi, sebuah drone terlihat memantau wilayah kampung sekira pukul 07:00 WIT. Dua jam kemudian, sekira pukul 09:00 WIT, sejumlah anggota TNI tiba di Kampung Yosema menggunakan kendaraan antipeluru.
Melihat kedatangan aparat tersebut, Kambara bersama dua rekannya ketakutan dan berusaha melarikan diri dari rumah.
Namun, saat mereka melarikan diri, terdengar tembakan dari arah belakang.
“Korban dan dua lainnya, Masut Serer (25) dan Elkia Kerebea (14), ditembak dari arah belakang. Atas penembakan itu, Masut dan Elkia meninggal akibat peluru menembus tubuh mereka,” ungkap Theo, mengutip keterangan korban.
Menurut Theo, salah satu korban mengalami luka tembak di bagian dada hingga tembus, sedangkan korban lainnya mengalami luka tembak di bagian belakang tubuh yang juga tembus. Keduanya kemudian meninggal dunia akibat luka yang dialami.



