Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Bupati Dogiyai, Yudas Tebai saat mengunjungi stand Kopi Dogiyai pada festival kopi Papua Tengah, Jumat, (30/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F.TEKEGE)
 Bupati Dogiyai, Yudas Tebai saat mengunjungi stand Kopi Dogiyai pada festival kopi Papua Tengah, Jumat, (30/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F.TEKEGE)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,  NABIRE – Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat mengunjungi Festival Kopi Papua Tengah di Nabire, Jumat (30/10/2026). 

 

Tidak sekadar membeli, Yudas juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung petani meningkatkan produksi dan kualitas kopi agar mampu bersaing serta menjangkau pasar yang lebih luas.

Advertisement


Di sela-sela kunjungannya, Yudas menyempatkan diri membeli kopi biji dan kopi bubuk asal Dogiyai. Ia juga mengunjungi Cafe Pernah Singgah, salah satu usaha milik anak muda asli Dogiyai yang turut memperkenalkan produk kopi lokal dalam festival tersebut. 


Menurutnya, membeli produk lokal merupakan salah satu cara nyata untuk memberikan semangat kepada petani dan pelaku usaha.


“Kita harus mulai dari diri sendiri untuk mendukung produk yang dihasilkan masyarakat. Anak-anak muda sudah mulai berkreasi dan menghasilkan produk kopi. Ini harus kita dorong supaya usaha mereka terus berkembang,” ujar Bupati Yudas saat memberikan keterangan kepada pers di sela-sela kunjungannya di stand Kopi Dogiyai pada festival Kopi Papua Tengah, Jumat, (30/10/2026).

Advertisement


Ia mengatakan, pengembangan kopi tidak bisa dilakukan hanya dengan mendorong petani meningkatkan hasil panen. 


Diperlukan perhatian menyeluruh, mulai dari penyediaan lahan, tenaga kerja, peralatan produksi, pengolahan hingga pemasaran agar seluruh proses memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


“Kami akan membicarakan ini bersama instansi teknis. Kita harus melihat seluruh prosesnya, mulai dari lahan, tenaga kerja, peralatan, sampai pemasaran. Pengembangan kopi ini harus dilakukan secara terencana,” katanya.


Yudas juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan generasi muda Dogiyai dalam industri kopi. Ia melihat anak-anak muda mulai mampu mengembangkan kopi menjadi berbagai produk, mulai dari biji kopi, kopi bubuk hingga minuman siap saji yang memiliki nilai jual.

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di usianya yang semakin senja, Matias Bunai masih memiliki semangat untuk terus bekerja dan menanam. 

Libatkan Petani Kopi dari Delapan Kabupaten, Festival Kopi Papua Tengah Promosikan Kopi Lokal

Libatkan Petani Kopi dari Delapan Kabupaten, Festival Kopi Papua Tengah Promosikan Kopi Lokal

Festival Kopi Papua Tengah 2026 menjadi ajang promosi potensi kopi lokal sekaligus mempertemukan petani, pemerintah, dan pelaku usaha untuk

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer