CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Isu penolakan terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kota Jayapura. Kali ini, gelombang protes digelorakan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi SETARA melalui aksi unjuk rasa damai yang dipusatkan di kawasan strategis Lingkaran Abepura.
Dalam aksi tersebut, massa berkumpul sembari membentangkan berbagai pamflet dan spanduk yang menyatakan sikap tegas menolak implementasi program MBG di Tanah Papua.
Aliansi SETARA menilai program tersebut bukan merupakan jawaban atas akar masalah riil yang dihadapi oleh generasi muda dan dunia pendidikan di Papua saat ini.
Dalam orasinya, perwakilan Aliansi SETARA
Yulianus Bunai, menekankan bahwa alokasi anggaran fantastis yang digelontorkan untuk program pembagian makanan gratis seharusnya dialihkan untuk membiayai fasilitas penunjang sekolah dan menjamin hak pendidikan gratis bagi anak-anak Papua.
"Kami tidak butuh makan gratis yang dipaksakan. Yang kami butuhkan hari ini adalah kepastian hukum, fasilitas sekolah yang layak, dan jaminan pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Anggaran besar itu lebih tepat sasaran jika digunakan untuk membebaskan biaya pendidikan yang kian mahal!" teriak Yulianus dalam orasinya.
Selain masalah prioritas anggaran, massa juga mengkritisi aspek kultural serta kekhawatiran terkait standar keamanan pangan dan efektivitas distribusi yang dinilai rawan memicu ketimpangan ekonomi serta kecemburuan sosial, terutama di wilayah-wilayah pedalaman Papua yang sulit dijangkau.
Di saat yang sama, Stelnliy Dambujai selaku koordinator lapangan umum sekaligus orator utama dalam aksi tersebut turut menyuarakan secara lantang alasan di balik penolakan tegas Aliansi SETARA terhadap implementasi program MBG di Papua.
Stelnliy menegaskan bahwa program pembagian makanan gratis bukanlah solusi konkret yang dibutuhkan oleh generasi muda Papua saat ini. Aliansi SETARA menilai alokasi anggaran fantastis untuk program tersebut jauh lebih mendesak jika dialihkan untuk membiayai sektor pendidikan formal secara menyeluruh.
"Kami di Papua tidak butuh program makan gratis yang dipaksakan dari pusat! Yang hari ini kami butuhkan adalah kepastian hukum, fasilitas sekolah yang layak, dan jaminan pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Alokasikan anggaran besar itu untuk membebaskan biaya pendidikan anak-anak Papua!," tegas Stelnliy dalam orasinya di Lingkaran Abepura, Jumat (29/5/2026).
Selain masalah prioritas anggaran, pihak Aliansi SETARA juga mengkritisi efektivitas distribusi dan standar pangan program tersebut yang dinilai tidak menyentuh akar masalah riil di daerah pedalaman, serta berpotensi memicu ketimpangan sosial baru.
Jalannya demonstrasi di seputaran bundaran Abepura mendapat pengawalan ketat dari barikade personel kepolisian guna mengantisipasi gangguan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Walau sempat membuat laju kendaraan di sekitar area jalan utama melambat, massa dari Aliansi SETARA tetap tertib menyuarakan poin-poin aspirasinya di bawah pembatas tali yang telah ditentukan.
Aksi ini menegaskan kembali sentimen penolakan program MBG di Jayapura yang sebelumnya juga sempat disuarakan oleh berbagai aliansi solidaritas pelajar dan mahasiswa di beberapa titik di Papua. (*)