Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kloofkamp, APO, hingga Kampwolker: 11 Toponim Peninggalan Tentara Sekutu – Belanda di Jayapura

Gratianus Silas • 2025-03-13 14:17:21
Kota Jayapura tempo dulu, tepatnya di Pelabuhan Jayapura.
Kota Jayapura tempo dulu, tepatnya di Pelabuhan Jayapura.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Selama 115 tahun sejak Hollandia (sekarang Kota Jayapura) pertama didirikan pada 1910 silam, toponim-toponim peninggalan tentara Sekutu dan Belanda masih banyak ditemukan hingga saat ini.

Berikut daftar dan penjelasan toponim peninggalan tentara Sekutu dan Belanda yang hingga kini masih digunakan di Kota Jayapura:

Kloofkamp berasal dari bahasa Belanda klaaf yang berarti lembah sempit.

Sesuai namanya, lokasi dataran atau lembah sempit ini membentang dari tepi teluk Pelabuhan Jayapura sampai ke kaki Pegunungan Cycloop.

Di sinilah pertama dibangun bivak Hollandia oleh Kapten Infanteri FJP Sachse dari Kerajaan Belanda pada 1909-1910.

Inipula menjadikan Kloofkamp sebagai tempat tertua di Kota Jayapura, yang toponimnya masih digunakan hingga sekarang.

Dulunya, bivak Hollandia di Kloofkamp memiliki berbagai fasilitas: rumah sakit, Kantor Perwakilan Kepala Staf (Quarter Master Depot), disel pembangkit tenaga listrik, pabrik es, pom bensin, dan kolam renang.

Sekarang, di wilayah ini ada Asrama Polisi (Aspol) Republik Indonesia, Rumah Sakit Marthen Indey milik TNI Angkatan Darat, hingga Kolam Renang Ajen.

APO merupakan akronim dari Army Post Office.

Ini merupakan kantor pos bagi para tentara sekutu.

APO terletak sekitar 500 meter dari Kloofkamp.

Dulunya di wilayah ini juga dibangun pemukiman pasukan Sekutu.

Toponim peninggalan tentara sekutu ini masih digunakan hingga saat ini, dengan dibangunnya GOR Cenderawasih, Mal Jayapura, pom bensin, hingga Markas Polda Papua di wilayah ini.

Baca Juga: Ternyata Ada 11 Dok di Jayapura Utara Loh! Dulunya Galangan Kapal, Sekarang Jadi Apa?

Polimac merupakan akronim dari Police Marine Camp.

Ini wilayah dibangunnya kawasan polisi kelautan dari tentara sekutu pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur.

Polimac saat kini disebut Polimak, merupakan wilayah pemukiman warga.

Di sini juga terdapat Bukit Jayapura City yang menjadi destinasi wisata wajib bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara.

Meskipun merupakan toponim peninggalan tentara sekutu, Werf berasal dari bahasa Belanda yang bermakna galangan.

Galangan kapal ini dulunya diberi nama Destroyer Repair Base.

Fungsinya melakukan perbaikan ringan pada kapal perusak atau torpedo.

Werf berlokasi di kompleks Pelabuhan Jayapura.

Toponim Werf masih digunakan saat ini dengan pelafalan Weref.

Sekarang berdiri Den Jasa Ang Bekangdam XVII/Cenderawasih, serta pula pemukiman warga di wilayah ini.

Berlokasi di dekat Werf, Gajah putih sudah ada sejak tentara sekutu menduduki Jayapura.

Pemukiman-pemukiman Witte Oliefant (Gajah Putih) dan "Werkendam" yang sebelumnya merupakan tempat tentara beragama Kristen, tertelak tidak jauh dari Werf.

Witte Oliefant bermakna Gajah Putih dalam bahasa Belanda.

Pemukiman ini didirikan sejak tentara sekutu mendiami Jayapura.

Sekarang, wilayah ini masih tetap menjadi pemukiman warga di Kota Jayapura.

Skyline merupakan bukit yang berlokasi di antara Hollandia Haven (Jayapura) dan Hollandia Binnen (Abepura).

Di atas bukit ini dibangun stasiun pemancar radio MacArthur.

Stasiun radio ini kemudian menjadi Radio Omroep Nieuw Guinea (RONG) pada 1953.

Ini merupakan cikal bakal dari Radio Republik Indonesia (RRI) di Jayapura.

Kini Skyline menjadi tempat pemukiman warga, perkantoran, dan tempat wisata.

Wilayah “Abe” atau “Abepura” yang saat ini dikenal berasal dari singkatan Holladia Binnen (HB) yang dilafalkan “habe”.

Namun, adapula yang menyebutkan bahwa “Abe” atau “Abepura” berasal dari Algemene Begraafplaats, yang dalam bahasa Belanda berarti Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang lokasinya ada di wilayah Hollandia Binnen.

Hollandia Binnen sendiri merupakan wilayah yang dibangun Belanda pada 1910-an.

Hollandia dulunya dibagi menjadi dua wilayah besar, yakni Hollandia Binnen dan Hollandia Haven.

Berasal dari bahasa Inggris Camp Walker, Kampwolker berada di antara Hollandia Binnen (Abepura) dan Sentani.

Dipercaya, ini merupakan kemah yang dibangun pasukan sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut berjalan kaki menuju wilayah Sentani dalam menaklukan Jepang.

Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa ini adalah nama orang.

Toponim peninggalan tentara Sekutu ini masih digunakan hingga sekarang, menjadi tempat pemukiman warga.

Sedangkan air dari Sungai Kampwolker menjadi sumber kehidupan bagi warga Kota Jayapura di wilayah tersebut.

Wilayah-wilayah subur di Kota Jayapura pernah dijadikan lahan pertanian baik oleh para pengusaha swasta seperti Brinkman, Entrop, Stuber, Kase, Ebeli, maupun oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1929, 1930, 1931 dan 1947-1948.

Salah satunya di wilayah Kotaraja.

Kotaraja tertelak di antara Hollandia Binnen dan Hollandia Haven.

Kotaraja yang berasal dari masa perkebunan Stuber, dan bekas pabrik es, serta Unit Pemberantasan Malaria.

Beberapa tahun sebelum dan sesudah Perang Dunia Kedua, Kotaraja merupakan wilayah perkebunan kopi.

Tahanan orang Jerman, WCY Stuber yang memulai usahanya dekat Pim (Vim sekarang).

Selain dia, adapula WF Brinkman yang pada tahun 1923 membuka satu usaha pertanian seluas kurang lebih 170 hektare, yang ditanami kopi, pepaya, coklat, dan kapok (randu) di daerah Kotaraja.

Dari Kotaraja menanjak ke atas bukit ditemui Bukit Pim (sekarang disebut Vim).

Toponim ini sudah ada sejak tentara sekutu menduduki Jayapura.

Nama ini bukanlah semacam kependekan dari kata, mungkin berasal dari masa tentara Amerika, meskipun diduga sebagai kata dalam bahasa asli yang telah berubah sepanjang waktu sebelumnya.

Entrop saat ini dikenal sebagai sebuah kelurahan di Kota Jayapura. Lokasinya di Distrik Jayapura Selatan.

Toponim Entrop ternyata sudah ada sejak era tentara Sekutu menduduki Jayapura.

Entrop dipercaya berasal dari nama salah seorang pengusaha swasta yang bermukim dan membuka usahanya di wilayah tersebut pada 1953.

Pengusaha bernama Entrop ini memiliki usaha di bidang pengolahan kayu. (*)

SumberSejarah Sosial Daerah Irian Jaya dari Hollandia ke Kotabaru 1910 - 1963

Studi Kasus Migrasi di Papua: Perkembangan Kota Hollandia 1944 - 1962

Editor : Gratianus Silas
#Kotaraja #abepura #Jenderal Douglas MacArthur #hollandia #entrop #belanda #Ceposonline.com #Jayapura #kota jayapura #tentara sekutu #Pegunungan Cycloop