Uang Sudah Ada, Tapi Masih Tunggu Putusan Hukum
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM rupanya ikut memonitor informasi yang beredar di media sosial dan menyebar melalui Whatsapp terkait rencana pemalangan Jembatan Yotefa. Ia mengaku banyak menerima laporan terkait rencana aksi palang oleh Kepala Suku Hassor. Secara tegas BTM menyatakan tak takut jika memang dipalang. Pasalnya pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran namun hingga kini masih menunggu putusan hukum terkait sengketa lokasi tanah tersebut.
“Saya menerima banyak kiriman bahwa lokasi jembatan mau dipalang oleh kepala Suku Hassor dan saya jawab saja, Epen. Saya mau katakan bahwa Pemkot punya uang yang siap dibayarkan sebesar Rp 8 miliar tapi kami masih menunggu putusan,” kata Tomi Mano di lokasi penanaman di Pantai Mendug, Selasa (7/1). Dikatakan dari uang Rp 8 miliar ini sebanyak Rp 3 miliar sudah dibayarkan kepada kepala suku Hassor di lokasi yang sama dan untuk sisanya karena ada sengketa tanah di lokasi Hamadi-Holtekamp makanya dihentikan.
“Uangnya sudah ada, bisa kami bayarkan kapan saja tapi persoalannya saat ini masih bermasalah dan jika pemerintah salah membayar maka bisa diperiksa,” kata Tomi Mano. Dengan kondisi ini Tomi Mano menyatakan tak takut sekalipun dipalang. “Silakan palang, saya tidak takut, saya akan perintahkan Polres untuk membuka dan menangkap orangnya. Uangnya sudah ada tapi jangan memaksa karena masih ada proses hukum tadi,” imbuhnya.
Pemkot kata BTM sudah berkoordinasi dengan KPK dan disampaikan jika yang dilakukan dengan tidak membayar adalah tepat sebab jika pemerintah membayar salah maka pemerintah yang akan diperiksa dan dipastikan akan jadi sorotan. “Tolong sabar-sabar dulu, pelan-pelan saja, ini juga kas keuangan baru dibuka. Masih awal tahun dan belum melakukan apa-apa, toh uangnya juga ada,” imbuhnya. (ade/wen)
Editor : Administrator