Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Air Tebu Tak Selalu Sehat, Dokter Ingatkan Risiko Lonjakan Gula Darah

Elfira Halifa • Senin, 13 April 2026 - 08:41 WIB
ILUSTRASI TEBU. (CANVA)
ILUSTRASI TEBU. (CANVA)

CEPOSONLINE.COM. JAYAPURA-Minuman alami kerap dipersepsikan sebagai pilihan sehat oleh masyarakat. Salah satunya air tebu, yang banyak digemari karena rasanya manis dan menyegarkan.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama bagi penderita diabetes. 

Kandungan gula yang tinggi dalam air tebu justru berpotensi memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi tanpa kontrol.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus pendiri komunitas Sobat Diabet dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.TH, Dip.SN, DCD, FINASIM, FRSPH, IDF-F, mengingatkan bahwa tidak semua minuman alami aman bagi kesehatan.


“Ada kebiasaan yang dianggap sehat oleh masyarakat, tetapi justru bisa memperburuk kondisi diabetes, salah satunya minum air tebu,” ujarnya ditemui usai acara Beat Diabetes 2026, yang mengangkat topik Remisi Diabetes melalui Gaya Hidup Sehat yang diselenggarakan Tropicana Slim, Minggu (12/4/2026). 

Menurutnya, meskipun berasal dari bahan alami, air tebu tetap mengandung gula dalam jumlah tinggi sehingga perlu dibatasi, khususnya bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko.

“Air tebu memang alami dan sering dianggap sehat, tetapi kandungan gulanya juga tinggi,” jelasnya.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang keliru mengartikan istilah “alami” sebagai “pasti sehat”, tanpa mempertimbangkan kandungan nutrisi di dalamnya.

Padahal, setiap jenis makanan dan minuman memiliki dampak berbeda bagi tubuh, tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu.

Rudy menekankan pentingnya memahami komposisi dan porsi konsumsi sebagai kunci menjaga kesehatan.

“Bukan berarti harus dihindari sepenuhnya, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh,” katanya.

Di tengah maraknya tren makanan dan minuman viral, masyarakat juga diminta lebih kritis dalam memilih asupan sehari-hari.

“Makanan viral belum tentu sehat,” tegasnya.

Sambungnya, kesadaran dalam memilih konsumsi yang tepat menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit, khususnya diabetes, yang kini semakin meningkat di masyarakat. (*)

Editor : Elfira Halifa
#kesehatan #Ceposonline.com #tebu